Kemajuan teknologi telah mengenalkan kita dengan dunia internet. Dunia yang tak terbayang sebelumnya akan kita jalani.

Internet masuk new media dalam ilmu komunikasi. Jalinan komunikasi antara satu individu dengan individu lainnya terhubung dalam dunia maya.

Ketika kita berjalan menelusuri item demi item keunikan internet, ada kedekatan, keasyikan sehingga bila terus menerus dilakukan bisa menimbulkan kemelekatan. Iya, jutaan orang di seluruh dunia terkoneksi membentuk “Global Village,” demikian sebutannya menurut Marshall McLuhan.

Jaringan dan hubungan ini terwadahi dengan media sosial, seperti facebook, twitter, dan blogger. Fasilitas di media sosial ini tidak hanya untuk saling berkenalan ataupun berbagi informasi, tetapi dapat berkembang ke jalinan percintaan, keluarga, komunitas, jaringan bisnis dan politik.

Saat hubungan di dunia maya terjalin baik, maka ketika bertatap muka sudah tidak asing lagi. Pembicaraan di dunia maya tersambungkan dalam komunikasi tatap muka.

Walau ada perasaan berdebar-debar saat akan bertemu, grogi dan bertanya-tanya akan sosok teman dunia maya, tetapi saat bertemu ada kehangatan dan keakraban.

Senda gurau saat berbalas komen pun dilanjutkan dalam dunia nyata. Dan begitu pun sebaliknya euforia saat kopi darat pun dilanjutkan dalam tulisan-tulisan di dunia maya. Maya dan nyata dalam berkomunikasi hanya terpisah kabut tipis, etika dan adab tetap harus kita jaga.

Bagi saya, kopdar sama dengan memelihara silaturahim dalam keutuhan berkeluarga, berteman dan bersaudara di antara sesama warga internet atau netizen. Dengan demikian, kopdar menjadi hal yang sebaiknya dilakukan, bagaimanapun seperti istilah tak kenal maka tak sayang, maka kopdar sebagai wadah dalam mengakrabkan diri dan menjalin komunikasi.

Tak terasa setengah bulan berlalu. Waktu yang terus melaju ini telah merekatkan komunikasi di antara kami, para blogger detik untuk saling menyemangati dalam menyelesaikan tantangan 30 Hari Non Stop Ngeblog. Maka, sapaan dalam dunia maya, akan semakin akrab bila terpaut dalam jabatan tangan berkomunikasi secara tatap muka.

Surabaya adalah tempat yang hangat dan menyenangkan untuk saling bercengkrama. Alangkah senangnya bila di akhir bulan Oktober dapat berkumpul di sana sambil napak tilas jejak para pahlawan di Kota Pahlawan dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Selain bersilaturahmi, semoga kopdar se-Nusantara ini dapat mengingatkan kita akan jasa-jasa para pahlawan bangsa yang mempertahankan kemerdekaan, dan menyadarkan kita, sudahkan kita berbakti pada Nusantara?

Mari kita lanjutkan tantangan 30 hari non stop ngeblog ini menjadi jalinan mencintai nusantara dalam kopdar se-Nusantara. Merdeka!!!

Advertisements