Kadang kalau pulang kerja saya jalan kaki dari kantor ke kosan. Jarak yang cukup jauh, karena kalau naik angkot menghabiskan ongkos Rp.3000.

Namun demikian, setiap perjalanan pulang dengan jalan kaki ada saja hal menarik yang saya temui sampai tak terasa lelah dalam perjalanan.

Sore ini saya jalan kaki sambil buka internet di hape. Jalan yang saya telusuri adalah jalanan pinggir BKT (Banjir Kanal Timur). Kanal yang luas ini selama musim hujan kemarin, debit airnya stabil, tidak terlalu penuh. Ketika musim panas seperti sekarang ini, lumpur BKT mulai terlihat.

Jalan-jalan sepanjang BKT ada trotoar dan tempat duduk bagi pejalan kaki, bahkan di sebelahnya tempat duduk ada tempat parkir sepeda.

Sengaja saya duduk dulu di salah satu bangku kosong, lalu kembali lagi dengan bermain internet di hape. Tak berapa lama datang satu keluarga naik motor, mereka duduk-duduk di bangku sebelah. Sang ibu membawa nasi, mungkin sambil menyuapi anaknya.

Pinggiran BKT memang luas jalannya sehingga anak-anak bisa leluasa bermain di sana. Bukan hari ini saja saya melihat anak-anak bermain sambil disuapi ibunya, tetapi setiap jalan selalu ada anak yang sedang bermain.

Jalan yang lurus dan bebas kendaraan ini, menyebabkan banyak orang-orang yang olah raga lari. Mereka memarkirkan motor atau sepeda, lalu berlari sepanjang pinggiran jalan BKT.

Melihat ini saya memikirkan bahwa ruang terbuka untuk bermain dan refreshing itu sangat dibutuhkan di Jakarta. Lahan yang sempit, menjadikan mereka menyengajakan diri bermain di pinggiran BKT.

Ruang terbuka seperti taman dan lapangan olah raga menjadi mahal bila ada di Jakarta. Jarang ada tempat bermain dengan fasilitas gratis, selalu aja berbayar.

Semoga pemimpin Jakarta sekarang memperhatikan taman dan ruang terbuka untuk bermain dan berolah raga, sehingga warga mendapat udara segar dan hiburan gratis.

Bukan hanya Jakarta, tetapi kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Medan, Makasar dapat memperluas taman dan ruang terbuka.

Advertisements