Pernah naik Commuter Line? Saya pernah. Terakhir Senin kemarin saya naik CL, Tanah Abang ke Tebet.
Ketika membeli tiket, saya diminta uang 7 ribu rupiah, dan petugasnya bilang nanti kartunya ditukar uang saat keluar stasiun.
Saya pun membayarnya. Kenapa harus ada kartu jaminan? Bukannya ini malah bikin ribet, jadi berbelit-belit dan tidak hemat waktu.

Benar saja, ketika di statsiun Tebet, antrian kartu penjaminan lumayan panjang padahal saya sedang terburu-buru menuju tempat kerja.

Kebijakan PT. KAI bukan efisiensi waktu, tapi menyuruh dua kali antri. Iya kalau keretanya tepat waktu, kalau telat, maka para pekerja makin terlambat.

Sebetulnya kartu yang kemarin cukup efektif. Namun memang bila kartu sampai hilang ratusan membutuhkan ketegasan dari PT. KAI, tetapi tidak mesti harus ada kartu jaminan segala.

Kartu single trip kemarin meski disosialisasika dengan baik, seperti memasang spanduk dan petugas memberi tahu kepada para penumpang. Memang ribet awalnya karena tidak terbiasa, tetapi lama-lama penumpang akan sadar dan memahaminya, maka cukup spanduk dan pengumuman saja untuk para penumpang agar mengembalikan kartu single trip.

Sebagai penumpang, saya berharap kebijakan ini segera berakhir. Dan sekalipun diberlakukan harus ada tenggat waktunya, karena terus-terusan begini akan meribetkan penumpang dan PT. KAI sendiri.

Advertisements