Tags

,

Sebagai perempuan, tampil cantik dan segar itu seperti keharusan. Ada yang pandai merawat diri dengan berhias sendiri, tetapi tak jarang juga yang merutinkan diri pergi ke salon kecantikan. Salon-salon kecantikan ini biasanya menjadi solusi dalam perawatan diri bagi perempuan.

Dengan banyaknya cara perawatan kecantikan, dari mulai dengan cara-cara tradisional dan rempah-rempahnya sampai dengan menggunakan alat canggih yang didatangkan langsung dari luar negeri.
Saya pernah beberapa kali pergi salon, kadang hanya untuk memotong dan merawat rambut, atau perawatan untuk menyegarkan badan.
Ketika saya pergi ke salon, ada tiga hal yang saya perhatikan, yaitu  pertama, teknik perawatannya.  Apakah cara atau alat yang digunakan itu aman bagi kita? Kedua, bahan-bahannya. Apakah bahan-bahan yang digunakan itu aman dan tidak menimbulkan efek samping bagi kita? Dan ketiga adalah perawatnya.  Perawat ini sangat penting karena bagaimana pun salon kecantikan adalah sebuah usaha jasa, maka keramahan, senyuman, dan profesionalisme perawat menjadi daya tarik bagi pelanggan untuk datang kembali lagi ke salon tersebut.
Bisnis salon kecantikan memiliki peluang yang sangat besar, dengan pangsa pasar para wanita. Menuju Komunitas ASEAN 2015 yang akan datang, para pebisnis salon kecantikan ini bisa dari berbagai wilayah ASEAN. Salah satunya adalah Thailand. Negeri ini terkenal dengan treatmen massage-nya. Namun demikian, Indonesia tidak kalah dengan kekayaan tradisi merawat kecantikannya. Belum lagi dengan rempah-rempah kita yang melimpah. Maka, sudah saatnya tradisi-tradisi merawat diri ini dikembangkan dan disebarkan sebagai usaha persiapan keprofesionalitasan dalam berbisnis salon kecantikan.
Persaingan dalam berbisnis itu biasa, dan merupakan suatu tantangan sekaligus peluang dalam berbisinis.
Ketika ada salon Thailand di depan mata, saya akan tetap memilih salon kecantikan Indonesia yang sudah saya rasakan dan telah dinikmati juga oleh nenek moyang kita.
Advertisements