Pernah nggak teman-teman sedang belanja dan memilih barang, karyawan tokonya mengawasi kita dengan ketat? Bukan hanya itu, mereka juga bersikap ketus pada pembeli?

Sore ini saya lagi ingin beli donat di salah satu toko donat yang cukup terkenal. Biasanya saya hanya beli dua karena untuk dimakan sendiri. Tapi kali ini saya berniat beli lima, biar dapat satu bonus.

Pada dasarnya ketika makan yang manis, saya suka pilih-pilih, jarang makan semua yang manis. Maka, proses pemilihan donat pun agak lama karena saya pilih yang benar-benar saya makan bukan coba-coba.

Di toko&cafe donat itu hanya saya sendiri yang sedang memilih. Ada seorang karyawan dekat etalase donat. Dia mengawasi dan kadang mengikuti saya yang sedang mondar mandir milih, saya merasa agak sedikit jengah tapi saya biarkan saja dengan tetap memilih donat. Ketika saya bertanya rasa, dia jawab dengan sedikit ketus. Sambil lihat-lihat donat saya berpikir mungkin karena saya berpakaian sederhana dan berantakan sampai dia bersikap seperti itu. Atau, mungkin karena kelamaan milih, si Mbaknya bosen lihat saya hehehe… Lagian bukannya milih, ini malah mikir ke sana ke mari hihihihi…

Di lain waktu saya pernah beli tomat di salah satu warung dekat kosan. Ketika proses transaksi tersebut, penjual bersikap ketus. Kalau detailnya lupa lagi karena sudah lama. Waktu itu saya berjanji untuk tidak membeli di sana lagi. Namun berselang beberapa minggu, saya kembali membeli tomat di sana, dengan melupakan peristiwa sebelumnya, dan ternyata si Mbak tetap ketus. Maka, sejak saat itu saya pun tidak membeli lagi di sana.

Pada dasarnya, penjual dan pembeli memiliki kedudukan yang sama, yaitu sama-sama saling membutuhkan dan melakukan transaksi untuk sama-sama saling menguntungkan.

Namun, karena ketatnya perebutan konsumen atau calon pembeli, maka para penjual akan bersikap lebih ramah untuk menarik para pembeli. Bukan menafikan penjual yang memang benar-benar ramah. Karena ramah memang sifat baik yang harus dilakukan oleh penjual atau pembeli.

Daya tarik penjual pada pembeli selain ramah juga senyum. Walau terkesan sepele, tapi prilaku penjual seperti itu akan menarik pembeli untuk datang lagi membeli di sana.

Pebisnis selevel donat (titik-titik) tentu memiliki divisi humas dan promosi. Ketika brand image telah terbentuk, maka sayang sekali bila harus ternoda dengan ketidakramahan karyawannya. Padahal semua detail dari logo sampai seragam karyawan sebagai iklan pencitraan toko untuk menarik pembeli. Ternyata, dalam senyummu, Mbak, ada iklan perusahaan.

Advertisements