Memasuki hari ke-4, rasa malas menulis mulai menghinggap. Sebenarnya, yang bikin malas menulis adalah ketika mencari referensi tulisan.

Referensi tulisan sangat penting dalam mengembangkan tulisan kita. Banyak membaca, berarti banyak kosa kata yang kita tuangkan dalam tulisan.

Menulis itu sebenarnya gampang-gampang sulit. Serasa gampang bila ide dan referensi ngeklik, sehingga rangkaian kosa kata terasa mudah dituangkan dalam tulisan.

Berbeda bila salah satu di antara keduanya tidak ada. Misalnya, ada banyak buku atau referensi tetapi kita masih bingung dengan topik masalah yang kita ambil. Begitu pun sebaliknya, kebuntuan terasa dalam penulisan non-fiksi, ketika ada ide tetapi kosong referensi. Dalam hal ini, saya seringnya bengong atau lari ke perpustakaan.

Menyusun kalimat demi kalimat tanpa kesan mencontek dengan buku bacaan kita, ini dibutuhkan kebiasaan menulis. Pembaca sangat mengetahui tulisan yang tekstual dan sama persis dengan tulisan penulis lain (copy paste), sehingga kekakuan tulisan ketika dibaca akan sangat terasa.

Untuk menjadi penulis, dibutuhkan praktek menulis dan latihan menulis secara terus menerus dan disiplin. Ini penting untuk membiasakan menulis. Disiplin, lawannya malas. Maka, ketika malas datang, sadari dan rasakan kemalasan tersebut sehingga hilangnya rasa malas.

Hari ini adalah hari ke-4 saya mengikuti tantangan 30 Hari NonStop Ngeblog, sedangkan hari saya malas menulis padahal di otak banyak yang ingin dituangkan, mudah-mudahan tulisan ini menjadi jalan agar saya bisa melawan malas.

Makasih

Advertisements