Memaafkan itu Indah

Sudah memasuki hari-hari terakhir puasa, kita tentunya berharap bisa sampai tamat menjalankannya.

Tema kali tentang maaf memaafkan. Sebetulnya, kemarin saya membahas ini. Tetapi, tema ini sangat penting dalam berkehidupan sosial, sehingga saya pun tak keberatan untuk mencoba menulisnya.

Pernahkah dikhianati teman? Bisa juga secara tak sengaja saudara atau teman menyinggung perasaan kita? Hmmm… kalau saya pernah, dan saya rasakan itu menyakitkan.

Seorang teman pernah melukai saya dengan kata-katanya yang menyakitkan.
Perasaan sakit itu menuai ketidaksukaan pada orang tersebut. Saya selalu menghindar darinya, karena setiap kali bertemu saya merasa sakit.

Saya sadar bahwa itu penyakit hati, karena bisa mengarah ke benci. Saya pun tak luput berdoa agar hati ini terhindar dari penyakit tersebut.

Allah yang Maha Membolak balik hati. Luka itu hampir satu tahun lebih, dan selama itu saya menghindarinya.

Walau orang-orang yang berhubungan dengannya pernah sakit hati juga, saya tetap berharap untuk melepas sakit dan memaafkannya. Biarlah dia dengan sikap dan tingkahnya. Saya hanya berharap lepas dari penyakit hati.

Selepas lebaran di organisasi kami ada halal bihalal. Saat itu saya bertemu dengannya. Rasa sakit itu hilang, dan saya merasa bahagia.

Memaafkan dengan hati itu memang butuh perjuangan dan niat yang kuat. Maka, ketika rasa itu hilang dan dunia pun terasa indah.

Teman, terima kasih karena telah mengajarkan memaafkan dengan ikhlas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: