Shalat Idul Fitri; Titik Awal Perjalanan

Tak terasa, kita sudah memasuki sepuluh akhir puasa. Hari-hari puasa Ramadhan pun akan segera berakhir.

Namun, puasa, tadarus, zikir, sedekah, belumlah berakhir. Kata Pak Ustadz, Ramadhan itu latihan dalam menggiatkan semua amal ibadah, dan bulan-bulan berikutnya adalah aplikasi dari latihan tersebut.

Lebaran pun sudah dalam hitungan hari, insya Allah kita shalat Id berjamaah pada hari tersebut.

Pada dasarnya, momen yang penting dalam lebaran adalah Shalat Id. Shalat sunah ini dilaksanakan dengan berjamaah, yang kemudian disambung dengan khutbah Idul Fitri.

Insya Allah, saya tidak pernah ketinggalan shalat Id kecuali bila sedang haid. Jarak rumah ke tempat shalat yang dekat, memungkinkan saya bisa mendengarkan khutbah shalat Id walau sedang haid.
Bagi saya, shalat Id adalah momen spesial. Karena pada saat tersebut kita shalat berjamaah satu kampung, desa, bahkan kecamatan.

Setiap shalat Id, itu adalah shalat spesial bagi saya dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Karena itu awal ibadah sunah saya di awal bulan Syawal.
Maka, di usia seumur saya yang sudah tua ini, saya tetap menganggap bahwa shalat Id itu adalah shalat sunah pertama saya selepas Ramadhan sekaligus gerbang dalam memasuki tahapan perjalanan kehidupan berikutnya sebagai makhluk dan hamba Allah.

Semoga kita semua dapat melaksanakan shalat sunah Idul Fitri dan Allah menerima amal ibadah kita semua. Aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: