Baju baru, alhamdulillah. Yang lama pun tak apa-apa. Demikian senandung lagu lama yang penuh makna kesederhanaan.

Lebaran itu bukan saat berfoya-foya atau memamerkan kepemilikan, tetapi suatu perayaan untuk saling memaafkan dan melebarkan silaturahim di antara sesama umat. Lalu, apa hubungannya lebaran dengan baju baru? Mestikah kita beli baju baru?

Lebaran memang identik dengan baju baru dan perayaan. Sebuah momen silaturahim untuk saling menyapa dan mengakrabkan diri sesama keluarga, saudara, dan tetangga.

Tentunya, bila bertamu atau menerima selayaknya kita saling menghargai dan menghormati dengan berpakaian rapi dan bersih. Ini agar kita dalam bersilaturahim merasa nyaman.

Bagi orang mampu, membeli baju baru bukan hal yang tabu, mereka bisa membeli baju baru kapan saja di saat mereka mau. Namun berbeda dengan orang-orang yang tidak mampu, boro-boro beli baju baru, untuk makan sehari-hari pun mereka kesulitan. Maka, lebaran menjadi salah satu momen bagi mereka untuk membeli baju baru. Setahun sekali menyisihkan uang untuk pakaian dan sepatu baru.

Dengan demikian, menjelang akhir Ramadhan ini, bagi orang yang berharta, hendaknya melihat dan memperhatikan tetangga dan lingkungannya, adakah di antara mereka yang membutuhkan baju baru. So, mari kita membantu, jangan menjadi batu yang tak peduli dengan saudara atau tetangga yang masih membutuhkan baju.

Advertisements