Batu

Waktu itu terus melaju
Sedangkan aku membeku seperti batu
Dalam derasnya hujan di musim kemarau
Seakan tak peduli suhu

Kibasan sajadah dalam alas langkah
Memapah gerak yang tertatih-tatih lelah
Kadang berlari dalam doa
Seakan kereta berada di depan mata
Kadang pelan terpaut mimpi
Tanpa sadar sudah di akhir perjalanan
Sang otak pun mengenang tahapan-tahapan ruku dan sujud
Yang ternyata terlewat kantuk

Semoga air wudhu membasahiku
Mencairkan batu dalam relung hati yang ku tak tahu
Melepas semua hijab yang menghalang Engkau dan Aku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: