Tags

, , ,

Hawa dingin menyelusup di balik pori-pori, dingin dan segar. Tak berapa lama, sang surya mulai beranjak di balik gunung, hangat terasa dalam kesejukan. Berada di kaki Gunung Galunggung, Tasikmalaya, sangat menyenangkan, asri dan damai.
Di balik tegak gagahnya Gunung Galunggung, tersimpan catatan letusannya, tahun 1982, yang menyebarkan abunya sampai ke seberang negeri. Di antara pohon-pohon tanpa jarak yang menutup bukit di lereng Gunung Galunggung, daerah Cisayong, tertulis juga sebagai tempat konferensi pembentukan negara Islam oleh SM. Kartosuwirjo, 10-11 Februari 1948. Mereka pun dianggap sebagai pemberontak sehingga mereka ditangkap dengan cara pagar betis. Namun demikian, Galunggung tetap tegap, kokoh dan indah dengan sejuta misterinya. Biarlah waktu yang membuka tabir-tabir sejarah menjadi hikmah menuju peradaban yang lebih baik lagi.
Foto: google
Daerah yang diapit Garut dan Ciamis ini terkenal sebagai kota santri. Tasikmalaya memiliki banyak pesantren. Hampir di setiap desa ada pesantrennya. Pesantren sebagai tempat belajar ilmu agama untuk bekal dalam perjalanan hidup di dunia dan akhirat.
Membangun kota santri, tentunya harus diiringi juga dengan perekonomiannya. Bila berbelanja ke Pasar Tanah Abang, maka Anda akan menemukan berbagai produk pakaian dari Tasikmalaya, termasuk kain batik, kerudung dan mukena bordirnya. Pengrajin batik Tasikmalaya ini ada di daerah Cipedes dan Indihiyang.
Dengan corak yang khas, batik Tasikmalaya menambah ragam batik Indonesia. Begitu pula dengan bordir Tasikmalaya, pengrajinnya kebanyakan berada di daerah Kawalu. Maka tidak heran bila datang ke Pasar Tanah Abang, pusat busana terbesar di Asia Tenggara, setiap hari Senin dan Kamis menggelar pasar Tasik.
Sumber foto: Tasikmalayakota

Geliat  ekonomi ini juga dibarengi dengan perkembangan pertanian dan peternakan. Sawah luas menghampar sebagai sumber swasembada pangan. Belum lagi ladang dan perkebunan yang menghasilkan berbagai sayur-mayur dan palawija. Hutan kecil atau sering disebut dengan kebun, banyak menghasilkan bambu. Bambu-bambu inilah selain dijadikan bahan bangunan dan kebutuhan sehari-hari dalam pembangunan rumah, seperti giribig (dinding dari bambu), tetapi dapat juga dikembangkan menjadi kerajinan tangan, seperti tempat lampu dan hiasan dinding. Tidak hanya itu, para perajin membuat berbagai karya kerajinan tangan seperti payung geulis, kelom geulis, dan berbagai perabot rumah tangga yang sentralnya ada di Rajapolah.

 Sumber foto: Tasikmalayakota
Bukan hanya itu, banyak warga yang memiliki kolam ikan. Ikan dari Tasikmalaya sangat bagus karena tidak berbau tanah. Ada juga yang beternak ayam, kambing, sapi, dan kerbau. Geliat potensi sumber daya manusia ini tentunya berharap dapat meningkatkan perekonomian warga Tasikmalaya.
 Dok. Pribadi
Ada banyak tempat wisata Tasikmalaya, seperti Gunung Galunggung bagi yang suka mendaki gunung dan ada Kampung Naga, yaitu kampung budaya yang kukuh dengan adat tradisi kesundaan. Bila ingin wisata pantai bisa ke Pantai Cipatujah. Di sana juga, daerah Pamijahan, ada makam wali, Syekh Abdul Muhyi, penyebar Islam, dan sering menjadi tempat ziarah.
Wisata pantai bisa berlanjut ke Pantai Sindangkerta yang memiliki taman laut yang indah. Taman laut ini dinamakan Taman Lengsar.  Jika air laut surut, maka di taman seluas 20 hektar itu, akan dijumpai karang laut, ikan hias, dan suaka alam satwa penyu hujan yang sudah langka kita temukan. Pantai indah lainnya juga ada di Kecamatan Cikalong, 100 km dari Kota Tasikmalaya. Sebuah pantai berkarang dan landai, memiliki panorama laut yang mempesona. Agak ke timur, terdapat pulau kecil Nusa Manuk. Pada waktu-waktu tertentu, Nusa Manuk dihuni oleh berbagai macam jenis burung.
  Dok. Pribadi
Berwisata tanpa mencicipi kulinernya kurang mantap, dan Tasikmalaya kaya akan wisata kulinernya. Di antara makanan khasnya adalah tutug oncom. Nasi yang dicampur dengan oncom bakar ditambah rempah-rempah ini terasa sangat nikmat bila dimakan pagi atau sore hari. Bahkan, di antara warga ada yang mengkreasikannya dengan opak dan rangginang.
Dengan demikian, Tasikmalaya memiliki banyak potensi ekonomi, wisata, dan budaya lokal. Pengembangan potensi lokal ini hendaknya harus didukung oleh pemerintah dan masyarakat Tasikmalaya sendiri. Peran aktif keduanya menjadi simbiosis mutualisme dalam mengembangkan Tasikmalaya, sehingga dapat mengundang masyarakat luar baik sebagai wisatawan maupun investor dalam membangun dan memajukan Tasikmalaya.

 

Advertisements