Tags

 

Remaja merupakan masa krisis identitas atau pencarian identitas diri. Fase bergejolak ini seringkali menimbulkan rasa keingintahuan yang tinggi dan mencoba hal-hal baru yang menantang, terutama masalah seks. Tidak jarang kita mendengar berita mengenai penyimpangan seks atau dampak negatif hubungan seksual pada remaja, maka pendidikan seks sejak dini sangatlah penting.
Namun, banyak pihak yang beranggapan bahwa tabu membicarakan seks kepada anak dan remaja. Pada dasarnya, berbicara seks, sama dengan berbicara organ seks, dan ini tidak berbeda dengan organ tubuh lainnya. berbicara seks pada anak dan remaja adalah fokus pada fungsional organ seks, seperti vulva, vagina, labia mayor-minor, dan corpus. Semua itu sangat berhubungan dengan kesehatan reproduksi (H.67). Dan ini harus dikenalkan sejak dini, sesuai dengan tingkatan umur anak. Demikian paparan Muhammad Rasyad Rahman dalam bukunya yang berjudul, “Pendidikan Remaja dan Seks.”
Buku yang lahir dari pengamatan penulis terhadap lingkungan sekitarnya ini sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh pembaca. Penulis membagi isi bukunya pada tiga pokok bahasan, yaitu pertama, tentang cermin pendidikan kita. Pada bab ini penulis menjelaskan ragam realita kehidupan sosial masyarakat dalam pendidikan. Kedua, berkenaan dengan remaja, seks, dan kesehatan. Dan ketiga, sosial budaya.
Berbeda dengan buku pendidikan remaja dan seks lainnya, buku ini kaya cerita dan fenomena yang terjadi di masyarakat tentang remaja, seks, dan pendidikan. Sangat menarik dan inspiratif.  Tidak berlebihan bila buku ini hadir sebagai potret remaja dan seks dalam bingkai pendidikan.

Selamat membaca!

Judul Buku
:
Pendidikan Remaja dan Seks
Penulis
:
Muhammad Arsyad Rahman
ISBN
:
Ukuran
:
14 x 20,5 cm
Jenis
:
Hard Cover
Tebal
:
100 hal
Penerbit
:
IPB Press, 2013
Harga
:

 

Advertisements