Tags

Hari ini, Jum’at, 21 Desember 2012 merupakan hari yang penuh berkah. Alhamdulillah, pada hari ini kita masih diberi kesempatan untuk bernafas, setelah beredar ramalan Suku Maya tentang Hari Kiamat, hari kehancuran alam semesta. Dalam ajaran Islam sendiri, banyak ayat al-Qur’an menceritakan peristiwa kiamat, seperti dalam QS. Al-Qariah, Al-Zalzalah dan Al-Qiyamah. Namun, kapan waktunya Hari Kiamat, wallahu’alam, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.
Beberapa hari ini saya menemukan buku yang membahas tentang tanda-tanda Hari Kiamat. Buku yang ditulis oleh Dr. Muhammad al-‘Areifi, dengan judul “Nihayatul ‘Alam,” yang dialihbahasakan dengan judul, “Kiamat Sudah Dekat?” Buku ini terdiri dari tiga pembahasan tanda-tanda Hari Kiamat. Pertama, cara muslim dalam menyikapi tanda-tanda Hari Kiamat, yaitu dengan hanya mengambil dalil dari al-Qur`an dan hadis shahih, merujuk pada ulama terpercaya, dan terakhir pembicaraan tentang Hari Kiamat disesuaikan tentang pemahaman umat itu sendiri. Dalam hal ini, penulis buku ingin menyampaikan bahwa pembahasan Hari Kiamat disesuaikan dengan pemahaman keilmuwan dari masyarakat.
Kedua, mengaitkan dalil tanda-tanda Kiamat dengan realitas. Dr. Areifi menyebutkan tiga kaidah, yaitu: 1) kita tidak dituntut untuk mengaitkan hadis-hadis tentang tanda-tanda Hari Kiamat dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia ini. 2) kemunculan tanda-tanda Kiamat tidak serta merta mengindikasikan bahwa Hari Kiamat akan segera tiba. 3) mengaitkan nash tanda-tanda Hari Kiamat dengan realitas adalah tindakan beresiko.
Ketiga, tanda-tanda Hari Kiamat terbagi dua, yaitu tanda-tanda Kiamat Sughra (kecil) dan Kiamat Kubra (besar). Tanda-tanda kecil Kiamat ini oleh Dr. Areifi dibagi lagi menjadi tanda-tanda yang terjadi jauh sebelum Kiamat tiba dan tanda-tanda yang sedang terjadi. Tanda-tanda kecil Kiamat yang terjadi jauh sebelum Kiamat, penulis menyebutkan 84 tanda, di antaranya diutusnya Nabi Muhammad saw., wafatnya Nabi Muhammad saw., terbelahnya bulan, kemunculan pelbagai fitnah, semakin banyaknya satelit, pecahnya perang melawan Bangsa Turki, kemunculan pemimpin-pemimpin zalim yang mencambuk rakyat, pembunuhan merajalela, sifat amanah diangkat dari hati manusia, tibanya satu masa yang ketika itu seseorang beriman saat pagi hari dan berubah menjadi kafir saat sore hari, masjid-masjid dihias dengan indah dan megah, orang-orang bodoh diangkat menjadi pemimpin.
Adapun tanda-tanda kecil Kiamat yang belum terjadi ada 47 tanda, diantaranya bumi amblas, turunnya hujan tidak bisa menumbuhkan tanaman, pepohonan dan bebatuan bisa bicara, kemunculan gunung emas di tengah-tengah sungai Eufrat, besarnya bentuk hilal, datangnya suatu masa ketika semua orang akan tinggal di Syam, penaklukan Konstantinopel, harta warisa tidak dibagikan, kota Madinah hancur dan tidak ada lagi peziarah, pembersihan Madinah dari segala bentuk kejahatan, gunung-gunung lenyap dari tempatnya, ibadah haji ke Mekah akan ditinggalkan, diutusnya angin sepoi-sepoi untuk mencabut orang yang beriman, dan munculnya al-Mahdi.
Sedangkan tanda-tanda besar Hari Kiamat ada 8, yaitu kemunculan Dajjal, turunnya Nabi Isa as., keluarnya Yajuj dan Majuj, tiga kejadian amblasnya bumi, kabut, kemunculan binatang melata, matahari terbit dari barat, dan munculnya api yang akan menggiring manusia ke Padang Mahsyar.
Dalam mengungkapkan setiap tanda, penulis selalu memaparkan dalil naqli (al-Qur`an dan hadis) ataupun dalil aqli (akal). Tidak berlebihan bila buku ini bisa menjadi tambahan referensi untuk mengetahui tanda-tanda Hari Kiamat. buku ini juga menjelaskan bahwa tanda-tanda Hari Kiamat tersebut hendaknya dijadikan sebagai aktualisasi iman kepada perkara yang ghaib (QS. Al-Baqarah: 3), mendorong jiwa untuk taat kepada Allah dan mempersiapkan diri menghadapi Hari Kiamat, Hari Kiamat bersifat gaib yang tidak bisa diketahui lewat dugaan dan perkiraan, dan dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Wallahu’alam.

 

Advertisements