GAWE Aplikasi, Mahasiswa Mendapatkan Pekerjaan Sementara secara Real Time

Ketika mahasiswa, saya masih ingat kuliah sambil kerja ditambah berorganisasi. Ribet? Nggak juga sih, waktu itu jalaninya asik-asik aja. Saya sendiri ngajar TPA, kadang private. Ngajar private ternyata tidak begitu lama dari satu murid ke murid lainnya, karena biasanya saya jadi pengganti dari teman yang pulang kampung, libur atau sakit. Yang tetap dan jalani cukup lama, ngajar TPA ketika awal-awal kuliah. Namun tentu saja, ongkos dan bayarannya belum seimbang, malah sering nombok ongkos, karena memang bukan untuk suatu pekerjaan kalau melihat fee-nya, waktu itu niatnya untuk pengalaman. Semester berikutnya, mulai mencari ngajar private, tetapi gampang-gampang susah. Penggalan pengelaman dulu, sebagai pengalaman ketika mahasiswa S1. Sekarang, bagi mahasiswa atau yang baru lulus kuliah atau sekolah, bisa menemukan dan mencari pekerjaan yang sesuai lewat Gawe aplikasi, mahasiswa mendapatkan pekerjaan sementara secara real time.

Cerita saya di atas, ternyata dialami pula pleh para pendiri aplikasi GAWE. Tiga pendiri aplikasi GAWE memecahkan masalah klasik dengan melakukan inovasi secara teknologi. Di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini memang terjadi peningkatan enterpreneur yang bergelut dengan SDM yang dapat membantunya sesuai dengan kebutuhan dan realtime. Padahal di satu sisi, pengusaha skala kecil dan menengah mempunyai kesulitan dalam tenaga kerja secara honorer. Berbekal kesulitan tersebut, dicari solusinya dengan pembuatan aplikasi yang mempertemukan kebutuhan antara pengusaha kecil dan menengah soal kebutuhan tenaga kerja harian dengan orang yang membutuhkan pekerjaan sementara.

Saat ini, banyak bermunculan aplikasi tentang pekerjaan, tapi sayangnya belum ada aplikasi yang bisa menghadirkan kebutuhan mengenai pegawai sementara (temporary employee) secara real time. Yang ada sekarang adalah aplikasi yang dibatasi dengan kategori pekerjaan tertentu, dan tidak real time. Sementara dengan berkembangnya usaha online saat ini, sangat dibutuhkan ketersediaan pegawai temporer yang bisa dikontak dengan cepat, misalnya saat pengusaha membutuhkan tenaga kerja untuk order yang lagi banyak, pegawai temporernya bisa langsung datang dan bekerja. Seru…

GAWE Aplikasi

Saya pun penasaran dengan GAWE aplikasi, maka langsung mengunduhnya. Ketika proses pendaftaran, kita diminta nomer KTP dan nomor telepon. Setelah semua terisi, maka saya pun lulus pendaftaran. Lalu, saya pun menjelajah pekerjaan dan pegawai yang dibutuhkan.

Kebetulan, akhir-akhir ini saya sering diminta tolong untuk mencari pegawai, baik temporary ataupun fulltime. Aplikkasi ini sangat membantu dalam mendapatkan pegawai.

Tidak berlebihan bila Kurniawan Aryanto Co-founder Gawe mengatakan, bahwa aplikasi ini membantu orang banyak untuk mendapatkan penghasilan, sehingga bisa menghidupi banyak kalangan.

Pendapat tersebut memang menarik, karena pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapa pun. Kurniawan mengungkapkan, bahwa kenapa bisa membantu orang banyak, karena bisa dilakukan semua orang tanpa keahlian khusus, tanpa modal dan cepat mendapatkan pekerjaan. Di sisi pengusaha kecil menengah, ketersediaan pekerja temporer atau harian dapat meringankan biaya beban perusahaan dari sisi sumber daya manusia, karena tidak semua pekerjaan membutuhkan tenaga permanen. Sedangkan buat tenaga kerja, dengan adanya banyak pemutusan hubungan kerja akhir-akhir ini, aplikasi pekerjaan sangat dibutuhkan, terutama yang bersifat sementara atau harian. Karena bisa menopang kehidupan sehari-hari, saat sedang menunggu untuk mendapatkan kembali pekerjaan yang bersifat permanen.

Elroy Hafidi Hardoyo CEO Gawe pun menyebutkan bahwa aplikasi ini lahir karena terinspirasi dari saling membutuhkannya pengusaha dan pekerja. Sasaran pekerja adalah mahasiswa, karena banyak mahasiswa yang ingin bekerja sambilan. Tahap berikutnya baru untuk semua level pendidikan dan semua umur.

Gawe aplikasi yang diluncurkan pada 17 November 2017 diharapkan bisa segera menjangkau seluruh wilayah Jabodetabek. Budiarto Harsono Co-founder mengatakan, “Kita harus membangun di mana ada employee, disitu harus ada employer, kedua hal ini harus tumbuh berkembang seiring sejalan.”

Yups, di era MEA sekarang ini kreativitas dan inovasi untuk saling membantu dalam masyarakat ekonomi Indonesia sangat penting. Persaingan tenaga kerja tak dapat dielakkan dengan orang asing, namun tetap ruh dan spirit nasionalisme harus tetap dijaga dan dipelihara. Salah satunya Gawe aplikasi yang memiliki target Asia Tenggara, kemudian Asia. Untuk awalan mahasiswa, Gawe aplikasi, mahasiswa mendapatkan pekerjaan sementara secara real time. Untuk informasi lebih lanjut, bisa mampir ke website gawe.asia.

Advertisements