Citi Microenterpreneurship Award 2017, Ajang Kompetisi Wirausaha Mikro di Indonesia

Tags

,

Ketika hasil kerja keras dalam membangun usaha mendapatkan penghargaan, tak dapat dipungkiri itu menjadi suatu titik kebahagiaan. Bisa saja yang dilakukan tersebut hanya untuk mendapatkan pendapatan atau melayani masyarakat dengan kreativitas dan aktivitas membantu mengembangkan potensi masyarakat daerah, itu semua menjadi inspirasi dalam kerja keras dan usaha. Citi Microenterpreneuship Award 2017, Ajang Kompetisi Wirausaha Mikro di Indonesia. 

Selasa, 9 Mei 2017, Citi Foundation mengadakan Citi Microenterpreneuship Award 2017. Acara yang telah memasuki tahun ke-12 ini merupakan inisiatif dan program unggulan Citi dan dilaksanakan di 30 negara. Selama periode penyelenggaraan CMA di Indonesia, kompetisi ini telah menarik lebih dari 5500 pengusaha mikro serta telah memberikan penghargaan ke lebih dari 120 pengusaha mikro. CMA bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pentingnya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro.

Menarik. Ketika saya memasuki ruang pengumuman, suasana keragaman dan kebersamaan sangat terasa. Para finalis menggunakan pakaian adat daerahnya masing-masing. Dari 5500 pendaftar, terpilih 50 peserta, kemudian terseleksi 20 finalis peserta. Anita Dwi Puspita sebagai Ketua Program CMA 2017 paparkan bahwa para finalis ini mendapat pelatihan dan bimbingan atau boothcamp usaha. 

Walau berasal dari berbagai daerah, terlihat suasananya sangat seru. Apalagi ketika panitia tiba-tiba mengajak para peserta menjaga peraga busana bak pragawan dan pragawati, para peserta ini tampil percaya diri dengan gaya bak model catwalk. Mereka tampil dengan semangat dan gaya masing-masing yang membuat kami tertawa. Sungguh cair dan menyenangkan di antara para peserta CMA 2017. 

Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu bagian dari CSR (Corporate Sosial Respobsibility) City Group. Tanggung jawab sosial yang dilakukan City Group selaras dengan pemerintah, di antaranya pengembangan ekonomi UMKM dan peningkatannya. Edukasi keuangan menjadi sangat penting, yang mana City Group di bawah program Citi Peka mengadakan kegiatan Literasi keuangan. Citi Peka sendiri kepanjangan dari (Peduli dan Berkarya), suatu payung untuk seluruh kegiatan sosial kemasyarakatan Citi Indonesia yang didanai oleh Citi Foundation. 

Dalam membantu para pengusaha mikro, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan pengusaha dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dengan bimbingan dan pelatihan tingkat ekonomi mikro ke UKM. Demikian kata Budi Mustopo, Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. 

Batara Sianturi, Chief Executive Officer Citi Indonesia sangat optimis dengan kemandirian kewirausahaan selalu berawal dari hal-hal kecil. Ada keyakinan bahwa semakin banyak masyarakat yang berani dan siap berwirausaha dalam skala mikro, maka semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. 

Terpilih para pemenang yang terbagi pada 5 kategori dan 3 kategori penghargaan khusus dan 1 penghargaan puncak tahun ini pada kompetisi, yakni:

  1. Microentrepreneur of the year, dimenangkan oleh Rita Indriani.
  2. Young Microentrepreneur, dimenangkan oleh Endi Putra Roza.
  3. Best Woman Microenrrepreneur, dimenangkan oleh Lia Nilamdewi.
  4. Green Microentrepreneur, dimenangkan oleh Briane Novianto Syukmita.
  5. Agriculture Microentepreneur, dimenangkan oleh Heri Susanto.
  6. Service Microentrepreneur, dimenangkan oleh Nufis Mutmainah.
  7. Fishery Microentrepreneur, dimenangkan oleh Aris Hartana.
  8. Creative Microentreprenwur, dimenangkan oleh Rita Indeiana.
  9. Most Innovative Microfinance Institution, dimenangkan oleh KSPPS Bina Swjahtera Ummat Banda Aceh.

Demikianlah para pemenang Citi Microenterpreneuship Award 2017, ajang kompetisi wirausaha mikro di Indonesia. Semoga kegiatan ini masih tetap berlanjut, sehingga para pengusaha mikro semakin semangat dan giat dalam bekerja dan berkompetisi.