Fatimah Az-Zahra, Teladan Perempuan Cantik dari Hati 

Tiada yang tak ingin dikatakan cantik, tentu hampir semua perempuan merasa senang ketika ada yang mengatakan cantik. Suatu kecantikan ragawi, yang mana di era modern sekarang ini bisa diatasi dengan berbagai alat kosmetik. Kecantikan yang menunjukkan keindahan, apalagi bila itu bukan hanya sekedar fisik yang dimiliki oleh perempuan, tetapi cantik dari hati yang tercerminkan dalam perilaku sehari-hari. 

Bicara hati, sebagai Muslim  sabda Rasululullah saw telah mengingatkan, “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah, bila segumpal darah itu baik, baiklah tubuh seluruhnya dan apabila segumpal darah itu buru, buruk pulalah tubuh seluruhnya. Segumpal darah itu ialah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh, segumpal darah tersebut bukan hanya secara fisik yang terdapat pada tubuh kita, tetapi hati menjadi antena yang memancar dengan memiliki frekuensi dan sinyal yang sangat kuat dalam saling bersinergi antara satu makhluk dengan makhluk lainnya. 

Sering kita mendengar, bahwa lintasan pikiran yang ditetapkan dalam hati, menjadi getar yang akan didukung oleh segenap alam semesta. Saya sendiri memaknai cantik hati adalah kesucian hati, yang teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai makhluk, manusia dikaruniai berbagai emosi dan perasaan oleh Allah swt. Hal tersebutlah yang sering tergambar dengan berbagai perilaku. Pada tahapan cantik hati, maka tidak lepas dari proses atau tahapan-tahapan dalam mengelola hati. 

Untuk cantik dari hati, tentunya harus menyadari berbagai emosi atau perasaan kita sendiri, karena bagaimana pun emosi atau perasaan adalah bagian dari kita sebagai makhluk hidup. Hanya saja dalam prosesnya, membutuhkan penyadaran pada pikiran, tindakan dan perasaan. Suatu titik tekan, bahwa sudahkah semua diniatkan karena Allah?

Suatu PR bagi saya untuk sadar dan menyadari pikiran, perbuatan dan perasaan. Kesadaran akan hal tersebut, memberi kita kesadaran untuk membuang sifat tercela dan dmenggantinya dengan akhlak yang mulia. 

Iya, bila kita memiliki emosi atau rasa bersifat jelek, maka buang sejauh-jauhnya. Suatu titik bahwa kita sudah merasakannya, seperti marah, iri atau sombong. Kesadaran pada sifat itu yang kita rasakan, maka kita lepaskan kembali kepada Sang Pemilik Jiwa, yaitu Allah swt. Memohon pembersihan hati.

Pengosongan emosi atau rasa dari sifat jelek itu sebagai upaya pembersihan hati. Bersih dari sifat-sifat yang mengotori hati, seperti zalim, bakhil, berlaku sia-sia, berlebihan dalam segala hal, bermewah-mewahan, khianat, dendam, dengki, dusta, ria, mencuri dan sombong.

Setelah membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, maka saatnya menghiasi hati dengan sifat-sifat baik atau akhlak terpuji, seperti taubat, zuhud, sabar, tawakal, rajin dan ikhlas.

Sesungguhnya, ada banyak perempuan yang tumbuh cantik dari hati yang menjadi contoh teladan kita. Salah satu yang menjadi favorit saya adalah Fatimah Az-Zahra, Putri Nabi Muhammad saw. Ketika Rasulullah dilempari kotoran atau sedang sujud disiram, yang menangis dan membersihkannya adalah Fatimah. 

Perempuan berani. Itu sifat Fatimah. Meski masih kecil, Fatimah sempat ingin membalas perlakuan orang-orang kafir kepada Rasulullah saw, namun Rasul melarangnya membalas dendam. Iya, Fatimah patuh dan mengikuti nasihat Rasulullah. 

Suatu renungan titik emosi, karena mana ada anak yang tidak marah ketika melihat ayahnya diperlakukan buruk, siapa pun akan marah dan melawannya. Termasuk Fatimah, namun dia menerima nasihat Rasulullah untuk tidak membalas perlakuan orang-orang kafir tersebut.

Fatimah, sosok perempuan cantik dari hati, dengan menunjukkan ketaatan dan kepatuhan anak pada orangtua. Pernah suatu waktu ketika Fatimah sudah menikah, datang musafir yang kehabisan bekal kepada Rasulullah saw. Saat itu Rasul sedang tidak ada makanan, beliau pun menganjurkannya untuk menemui putrinya, Fatimah. Maka, dia pun menemui Fatimah dan menyampaikan maksudnya. 

Fatimah pun waktu itu sedang tidak memiliki makanan apa pun. Fatimah teringat dengan kalungnya, maka ia pun menyedekahkan kalung hadiah pernikahannya kepada musafir tersebut untuk dijual dan digunakan sebagai kebutuhan makanan. 

Musafir tersebut pun menjual kalung Fatimah pada sahabat Rasulullah untuk digantikan dengan makanan. Sahabat tersebut memberikan kalung tersebut kepada Rasulullah sebagai hadiah. Rasulullah menghadiahkannya kembali kepada Fatimah. 

Keteladanan ketaatan dan kepatuhan kepada orangtua yang dilakukan oleh Fatimah, sangat jelas tergambar pada saat dia merasa lelah dan capai oleh kegiatannya di dapur. Sebagai anak seorang pemimpin, keluarga Fatimah tanpa ditemani oleh seorang budak atau asisten rumah tangga. 

Pernah suatu ketika Fatimah meminta asisten untuk membantu urusan rumah tangganya kepada Rasulullah, apalagi karena kerja kerasnya, kedua tangan Fatimah terasa kasar. Rasulullah menolak keinginan Fatimah. 

Keesokan harinya, Rasulullah mendatangi rumah putrinya, dan mengelus tangan kasar putrinya sambil berujar, bahwa untuk keringanan putrinya, beliau menganjurkan Fatimah membaca subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar, masing-masing 33 kali sebelum tidur. 

Fatimah mematuhi dan mengamalkannya. Dan anjuran Rasulullah kepada Fatimah pun menjadi sunnah amalan yang dilakukan oleh kaum muslimin, kami pun menjalankannya.
Demikianlah, perempuan yang cantik dari hatinya tergambar pada perilaku Fatimah Az Zahra, sebagai contoh teladan perempuan berani, sabar, tawakal, welas asih, rajin dan lemah lembut. 

Cantik, sebagai gambaran keindahan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah mencintai keindahan. Karena diri kita bukan hanya fisik, tetapi jiwa, raga dan ruh, maka menjadi cantik paripurna dengan meneladani Rasulullah, sebagai utusan penyempurna akhlak yang mulia. 

Setiap makhluk adalah cantik, karena terlahir atas ciptaan-Nya. Memelihara kecantikan, baik jasmani maupun ruhani sudah menjadi tugas kesadaran kita sebagai makhluk Allah swt. 

Untuk memelihara kecantikan jasmani, bisa dengan olahraga dan pola hidup sehat. Bisa juga dengan tampil cantik menggunakan aksesoris dan alat kecantikan. Namun hal yang terpenting, Rasulullah saw telah menganjurkan untuk memelihara diri yang tercermin dalam salah satu doa iftitah shalat, Ya Allah, diri ini zalim, Engkau Maha Mengetahui atas segala dosa-dosaku, maka ampunilah segala dosa-dosaku. 

Ya Allah, luruskanlah aku dari kesalahan, karena Engkau yang Maha Mengetahui kesalahanku, maka ampunilah segala kesalahanku. 

Ya Allah, tunjukanlah aku pada akhlak yang mulia, karena tiada yang dapat menunjukkan jalan akhlak mulia selain Engkau. Amin

Wallahu’alam bishshawab.  

Kesempatan Kerja dan Upah Buruh Bekasi di Era MEA

Ketika melewati Bekasi, maka akan menemukan berbagai pabrik yang menjadi tumbuh kembang perekonomian masyarakat Bekasi sekaligus menjadi magnet bagi warga di luar daerah Bekasi untuk menetap di Bekasi. Hal ini menunjukkan adanya kesempatan kerja dan upah buruh Bekasi di era MEA sangat berpeluang dalam pengembangan Bekasi menjadi lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera.

Namun, pertumbuhan banyak pabrik di Bekasi, pada realitasnya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memiliki mata pencaharian warga bila sesuai atau ada kesepakatan antara karyawan dan pengusaha. Tetapi akan menjadi bumerang bila tidak ada kesepakatan dalam kesejahteraan dan upah karyawan. 

Sering kita mendengar dalam pemberitaan tentang aksi buruh, yang sering berlangsung dengan demo. Solidaritas para buruh sangat kuat, karena terlihat dari banyaknya pendemo ketika mengadakan aksi demo buruh. Aksi demo buruh yang sering terjadi, terutama pada Hari Buruh, 1 Mei, demo buruh sebagai bentuk protes pada pemilik kebijakan atau pemerintah atas sikap perusahaan yang dianggap telah merugikan buruh. 

Di era MEA sekarang ini, karyawan pabrik bukan hanya warga negara Indonesia, tetapi warga Asean bisa turut menjadi bagian dalam perkembangan usaha. Tentunya hal tersebut akan menjadi tambahan daya saing dalam bekerja, belum lagi dengan keadaan kesejahteraan karyawan yang belum terfasilitasi oleh perusahaan.

Untuk menyikapi persaingan ekonomi masyarakat Asean yang menjadi kebijakan pemerintah, maka pemerintah harus memiliki kebijakan yang dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia menjadi lebih unggul dalam persaingan masyarakat Asean. 

Tahapan yang menjadi bagian yang tertinggal dan terlupakan adalah dengan keahlian atau skill dari masyarakat untuk meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat Asean. Hal yang paling ironis di Kabupaten Bekasi, belum adanya Balai Latihan Kerja (BLK).

Kamis, 30 Juni 2016, bertempat FSPMI telah berlangsung talkshow dengan tema, Kesempatan Kerja dan Upah Buruh di Era MEA, dengan pembicara Obon Tabroni selaku Ketua FSPMI dan Meilina Kartika selaku anggota DPRD Bekasi.

Talkshow yang berlangsung seru dengan diskusi dari para buruh yang mengungkapkan berbagai hal keluh kesahnya mengenai kesempatan kerja dan upah buruh. Dari hal tersebut menunjukkan adanya permasalahan pada masyarakat akan kesiapan keahliannys dan pemerintah daerah yang belum bisa memfasilitasi dalam kebijakan untuk membantu masyarakat untuk meningkatkan keahlian. 

Melihat fenomena tersebut, saya sebagai perempuan menyadari bahwa kita, terutama saya harus menjadi perempuan pintar. Masyarakat Ekonomi Asean bukan hanya tantangan, tetapi bisa menjadi peluang untuk memajukan pengetahuan dan keahlian sehingga dapat meningkatkan taraf hidup ekonomi. 

Meilina, sebagai anggota DPRD memberi penjelasan sekaligus menyimak dari berbagai pertanyaan dan masukan warga. Dia juga menyatakan akan turut serta menyuarakan aspirasi dan keadaan masyarakat tersebut dan bertekad untuk menjadi salam ikon perubahan, terutama bagi masyarakat Bekasi. Wallahu’alam.

Hari Koperasi; Tasikmalaya dan Revitalisasi Koperasi di Era MEA

Setiap tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memeringati Hari Koperasi. Berbicara koperasi, saya teringat berpuluh tahun lalu saat berangkat sekolah, menunggu angkutan umum di seberang Koperasi Mitra Batik. Saat itu, saya belum mengenal koperasi. Bahkan, tidak tahu kalau Tasikmalaya memiliki tenun khas batik, sehingga masih belum mengerti gedung megah itu diberi nama Koperasi Mitra Batik.

Bangunan dengan tulisan, “Koperasi Mitra Batik” selalu menjadi pandangan aktivitas ketika menunggu mobil angkutan umum saat berangkat sekolah. Berpuluh tahun dulu, saya menyimpan keheranan bangunan bagus tersebut sepi tanpa aktivitas. Ah, mungkin karena saya memandangnya tatkala pagi hari sebelum jam sekolah masuk, sekitar pukul 06.30 WIB, setengah jam masuk sekolah. Continue reading “Hari Koperasi; Tasikmalaya dan Revitalisasi Koperasi di Era MEA”

Berbagi Kelembutan di Panti Asuhan Al Khairan

Ramadhan, bulan keberkahan dan kedamaian. Sebulan penuh umat Muslim menjalankan ibadah puasa dan aktivitas yang amal yang menambah kekhusyuan dan keikhlasan dalam menjalankan aktivitas pada bulan Ramadhan. Ramadhan kali ini So Klin pun berbagi kelembutan di Yayasan Yatim Piatu Al Khairan.

Berbagi Kelembutan

Yayasan Yatim Piatu Al Khairan, merupakan yayasan yatim piatu yang mengasuh anak-anak yatim piatu dengan sistem boarding school. Anak-anak mendapat pengasuhan dan pendidikan dengan jenjang usia dari TK sampai SMA, bahkan perguruan tinggi.

Selasa, 28 Juni 2016, saya berkesempatan mengikuti kegiatan sosial yang diadakan oleh So Klin dengan tema berbagi kelembutan. Bertempat di Panti Asuhan Al Khairan, Jl. Swakarsa IV, Rt.04 Rw.02 No.107, Jatibening Baru, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Continue reading “Berbagi Kelembutan di Panti Asuhan Al Khairan”

Aplikasi Konsula, Hadirkan Konsultasi Kesehatan dengan Telemedis

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong pada perkembangan teknologi komunikasi  medis atau telemedis. Pelayanan kesehatan atau medis yang dikirim menggunakan jaringan telekomunikasi ini salah satunya adalah Konsula. Sebuah website kesehatan yang berkembang menjadi aplikasi kesehatan yang mudah digunakan dari smartphone.

screenshot_2016-06-27-16-04-59.png
Aplikasi Konsula

Tak dapat dipungkiri ketika penyakit atau sakit hadir, seringkali tanpa melihat waktu atau usia. Datang tiba-tiba, dengan membuat kita bergemuruh dengan rasa sakit yang mendera. Saya sendiri pernah tiba-tiba merasa sakit ketika sedang pulang kampung. Tempat tinggal saya jauh dari puskesmas ataupun dokter umum, karena berada di perkampungan. Pada saat tersebut, telemedis sangatlah berguna, asalkan jaringan sinyal komunikasi tetap kuat.

Continue reading “Aplikasi Konsula, Hadirkan Konsultasi Kesehatan dengan Telemedis”

10 Hari Terakhir Ramadhan [Sajak]

image

Mengejar sang waktu, itu ada di sepuluh hari akhirmu
Bukan itu…
Ternyata aku berada dalam kelalaian buntu
Ketika sang waktu menjalankan tugas-Mu
Aku malah terpekur dengan kemalasan tiada hasta
Sedang sekarang, aku berlipat-lipat mengejarmu
Dengan menyeret-nyeret tugasku, di antara waktu-Mu yang sudah ada dalam penetapan-Mu
Seakan menegaskan, bahwa aku berada dalam kerugian
Demi wanci
Aku pun meringis di sini, mengejar sang  bulan yang sebentar lagi pergi
Sedang aku masih berkutat dengan berbagai daftar isi
Sungguh, semoga lompatanku kali ini berada dalam penetapan-Mu, mengikuti rotasi sang waktu, berada dalam rindu dan syahdu sang perindu
Di ujung 10 hari terakhir, akan kupeluk engkau Ramadhan dengan cinta pemilik Sang Cinta
Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Rabb
Labbaikallahumma labaik
Labbaika la syarikalaka labaik
Innalhamda wa ni’mata, laka walmulka la syarikalak

Pangkalan Jati, 26 Juni 2016/21 Ramadhan

APP Mewakafkan 100000 Al Quran 

Al Quran adalah tuntunan bagi umat muslim dan menentukan karakter bangsa. Wakaf Al-Quran menjadi salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bisnis kertas.

Wakaf Al Quran APP

Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat muslim terbesar di Dunia. Berdasarkan data BPS yang dipublish oleh Republika.co.id memaparkan 54% dari populasi Muslim di Indonesia buta huruf Al Quran. Kebutuhan Al Quran di Indonesia berjumlah 2 juta mushaf, pemenuhan oleh pemerintah satu juta Al Quran. Hal tersebut menjadi latar belakang APP mewakafkan Al Quran untuk membantu pemerintah dalam pemenuhan Al Quran bagi umat Muslim di Indonesia. Continue reading “APP Mewakafkan 100000 Al Quran “