Yuk Senam Jumat, Hidup Sehat dan Segar

Harus saya akui, kalau senam atau olahraga itu harus memiliki niat yang kuat. Mungkin berbeda dengan yang lainnya, saya termasuk pemalas dalam berolahraga. Kalau masih kurus mah nggak masalah, tapi saya merasa sangat pentingnya olahraga dan gerak itu ketika badan sudah mulai gemuk. Engaaaap… Sebagai pemalas dalam olahraga, maka tahapan olahraga sangat penting, karena biar nggak kaget (ini mah alesan saya sih aja hehehe). Senang rasanya ketika mendapatkan informasi adanya senam Jumat. Yuk senam Jumat, hidup sehat dan segar!

Jumat, 13 Januari 2017, cuaca cerah, matahari bersinar terang dan angin sepoi pagi membuat udara terasa segar. Suasana pagi sudah mulai ramai di halaman gedung Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Ada banyak stand sayuran, buah-buahan dan makanan yang berjajar. Maklum tukang makan, saya malah nyari makanan, bukan langsung ke tempat senam, hahaha.

Ada banyak hal yang terjadi dengan berbagai keadaan yang ada. Termasuk saya yang malah melihat-lihat stand dan menyaksikan para ibu yang transaksi jual beli sayuran, terutama cabe rawit. Laku pisan… (Nah, ini kok malah cerita cabe-cabean, hehehe). Tapi memang saya sempat tergoda beli cabe rawit, tapi ingat harus senam dulu. Sempat juga pegang buah-buahan, itung-itung nandain dulu buat nanti saya beli sesudah senam.

Senam Jumat, Sehat Badan

Setelah asik berkeliling stand, saya pun melihat ada stand cek kesehatan. Karena senam sudah diumumkan mau dimulai, saya pun bergegas ke halaman gedung Kementrian Kesehatan. Saya turut berbaris, dan bergerak mengikuti instruksi dari instrukur senam.

Asli, saya merasa agak ribet sama gerakannya, karena memang jarang ikutan. Yang lain ke kanan, saya malah ke kiri. Yang lain ke belakang, saya malah gerak ke depan. Maklum sudah sekian lama tidak ikut senam, jadi kesulitan dalam gerakan dan mengikuti iramanya.

Dari sini saya sadar, ternyata niat aja tiada artinya bila tidak dilaksanakan. Bagaimana saya bisa sehat dan bugar, bila menggerakkan badan untuk senam aja kesulitan. Padahal sudah saya sadari, bahwa aktivitas fisik sangat penting. Saya sudah merasakannya, ketika jarang gerak, maka badan saya pun terasa berat, dan lemak pun menumpuk tak dapat dihalang.

Tidak berlebihan bila Kementrian Kesehatan sangat menekankan pola hidup sehat atau gerakan masyarakat hidup sehat. Dalam tuturannya, Bu Nila Moeloek, Mentri Kesehatan menyebutkan ada tiga hal penting dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta cek kesehatan. Kementrian Kesehatan pun setiap hari Jumat pagi mengadakan senam dan cek kesehatan.

Harapan Ibu Nila, Mentri Kesehatan, senam pada Hari Jumat menjadi titik awal dalam berolahraga. Kebiasaan Senam Jumat bukan hanya di lingkungan Kementrian Kesehatan, tetapi di seluruh institusi negara dan masyarakat. Saya sendiri melihat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sangat penting dan perlu dukungan dengan konsep dari GERMAS sendiri yang memiliki poin penting sebagai berikut:

  1. Aktivitas Fisik

Pada dasarnya tubuh manusia diciptakan Tuhan untuk bergerak, agar manusia dapat melakukan aktivitas. Aktivitas fisik yang teratur dan menjadi satu kebiasaan akan meningkatkan ketahanan fisik. Aktivitas fisik dapat ditingkatkan menjadi latihan fisik bila dilakukan secara baik, benar, teratur dan terukur. Latihan fisik dapat meningkatkan ketahanan fisik, kesehatan dan kebugaran. Latihan fisik yang dilakukan dengan mengikuti aturan tertentu dan ditujukan untuk prestasi menjadi kegiatan olahraga.

Aktivitas fisik ini harus dimulai sejak dini. Saya merasakan sendiri, karena waktu kecil tidak terbiasa olahraga, maka sekarang pun malas untuk memulai olahraga. Padahal aktivitas fisik bagi anak sangat penting. Apalagi di era digital yang anak-anak terbiasa duduk bermain gadget atau laptop, maka aktivitas fisik sangat penting. Maka, biasakan anak-anak untuk bergerak dengan mengatur jadwal bermain gadget sehingga dia bisa lebih banyak melakukan gerak.

Adapun untuk orang dewasa dan usia produktif bisa melakukan aktivitas fisik di tempat kerja. Maka dalam hal ini bisa dilakukan beberapa hal berikut:

  • Latihan fisik sebaiknya dilakukan 150 menit per minggu dengan interval 3-5 kali per minggu.
  • Latihan diawali dengan pemanasan, latihan inti, dan pendinginan.
  • Menggunakan sarana dan prasarana yang aman dan nyaman termasuk pakaian olahraga dan alas kaki.
  • Memperhatikan keseimbangan asupan nutrisi untuk mendapatkan hasil maksimal.

2. Konsumsi Sayur dan Buah.

Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Konsumsi sayur dan buah akan menurunkan resiko sulit buang air besar (BAB) dan kegemukan.

Saya sendiri sedang berupaya untuk merutinkan diri makan buah-buahan dan sayuran setiap hari.

3. Pemeriksaan Kesehatan secara Rutin.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya promotif preventif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengetahui kesehatan.

Saya sendiri melakukan pemeriksaan cek kesehatan sebagai upaya mengetahui kondisi tubuh, sehingga dapat melakukan pencegahan dan pengobatan.

Selesai senam, saya, eh kami para blogger berkesempatan bincang-bincang dengan Bu Nila Moeleok dan tim Kemenkes, kami duduk lesehan sambil bincang dan tanya jawab seputar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Pemerintah sudah membuat program dan bertekad untuk membantu mengarahkan pola hidup sehat, seyogyanya saya merasa senang sudah diingatkan dan diarahkan pada tahapan-tahapan hidup sehat oleh Kementrian Kesehatan.

Usai berbincang dan foto bersama dengan Ibu Nila Moeloek, Mentri Kesehatan, saya berkeliling kembali ke stand-stand bazzar untuk melihat-lihat dan berniat membeli buah-buahan.

Setelah itu saya berniat cek kesehatan dengan antrian yang lumayan panjang. Saya pun kemudian berkeliling melihat fasilitas olahraga di Kementrian Kesehatan, yang ternyata ada tempat fitnessnya. Bukan hanya itu, ada juga penitipan anak atau baby care, dan kebetulan sudah ada adik-adik bayi lucu. Semoga saya segera memiliki anak, eh nikah, biar bisa melahirkan (permohonan ketika melihat adik-adik bayi yang lucu dan imut. Sekalian berdoa juga… Amin kan ya… 🙂 ).

Fasilitas fitness yang disertai dengan dokter konsultasi kesehatan ini membuat saya mupeng pengen ikut fitness di sini. Untuk saat ini masih khusus untuk pegawai Kementrian Kesehatan, yang buka dari sekitar jam 6 sampai jam 8, kalau sore dari jam 4, hanya weekday. Sabtu-Ahad dan tanggal merah libur.

Demikianlah, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat telah dimulai oleh pola hidup di lingkungan Kementrian Kesehatan sendiri, semoga bisa berkembang ke instansi lainnya, baik negeri maupun swasta. Yuk, Senam Jumat, hidup sehat dan segar!

Refleksi Awal Tahun; Sudahkah Niat Karena Allah?

Seminggu sudah berlalu dari keriaan menyambut tahun baru. Kini, kita sedang melangkah di tahun 2017. Jejak langkah masa lalu, menjadi cerminan untuk menapaki langkah-langkah tahun ini. Ketika kita menjalankan kehidupan, untuk penetapan setiap langkah tidak lepas dari niat. Niat ini menjadi dasar dalam perjalanan, apakah melangkah karena Allah atau bukan. Dalam menjalankan kehidupan, kita sendiri yang tahu akan niat yang hadirkan. Mengawali tahun baru 2017 ini, belum telat rasanya untuk refleksi awal tahun; sudahkah niat karena Allah?

Ketika memulai aktivitas, maka menjadi perenungan saat berjalan, apakah sudah niat karena Allah? Yups, jejak yang menjadi tahapan-tahapan dalam menelusuri langkah, mengawali dengan bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Suatu langkah awal yang sering terlupakan, padahal sudah jelas bahwa bismillahirrahmanirrahim menjadi pengukuhan niat dalam menjalankan aktivitas karena Allah.

Continue reading “Refleksi Awal Tahun; Sudahkah Niat Karena Allah?”

Pengalaman Pertama Body Spa

Tampil sehat, cerah dan ceria adalah keinginan setiap orang. Industri kecantikan memungkikan mimpi tentang hal tersebut dapat terwujud dengan perawatan dan berbagai produk yang mendukung pemeliharaan tubuh. Salah satunya dengan perawatan tubuh body spa, dan ini pengelaman pertama body spa di Diarra Queen.


Akhir weekdays menjadi waktu yang biasa untuk melakukan perawatan tubuh. Selain untuk refleksi, menjadi waktu tutup dalam menyempurnakan hari kerja dengan perawatan tubuh. Saya sendiri senang dengan perawatan kecantikan, karena meskipun saya termasuk yang cuek, tapi tetap ingin terlihat bersih dan cantik. 

Diarra Queens

Jumat sore, sepulang kerja saya menuju salon kecantikan daerah Rawamangun. Waktu itu saya menggunakan ojek online biar sekali berkendaraan. 


Untuk perawatan tubuh, meskipun saya termasuk yang cuek, tapi tetap saja sebulan sekali melakukan perawatan tubuh dan wajah. Saya sadar diri, walau termasuk berkulit hitam, tetap harus terjaga manis dan cerah.

Berkembangnya pusat perawatan kulit sangat membantu saya dalam memilih dan memilah tempat perawatan kecantikan yang cocok, baik harga maupun jenis perawatannya pada kulit.
Bagaimana pun, cantik dan sehat menjadi satu paket dalam perawatan tubuh. Salah satu tempat perawatan tubuh Diara Queens. Kebetulan, tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kosan. 

Diarra Queen sendiri perpaduan dari bahasa Romania dan English. Diarra dalam bahasa Romania berarti perempuan dan queen dalam bahasa Inggris berarti ratu. Salon kecantikan yang didirikan oleh Ike Soeharjo, presentar TV One dan Lady Malino, presenter CNN Indonesia memilih nama Diarra Queen.

Nama tersebut merepresentasikan akan visi dari salon kecantikan tersebut, bahwa DiarraQueen Spa sebagai tempat yang menjadikan setiap perempuan yang datang jadi ratu bagi dirinya sendiri. Demikian kata Hendra, perwakilan dari Diarra Queen Spa.

Spa Keluarga

Ada banyak paket dan produk yang ditawarkan oleh Diarra Queen. Salah satu paketnya adalah paket keluarga. Merawat tubuh sekeluarga bukan hal yang niscaya, karena sekarang ini merawat tubuh berarti juga menjaga kesehatan.


Dengan adanya paket perawatan keluarga ini, Diarra Queen juga menghadirkan para terapis laki-laki. Para terapis laki-laki ini khusus untuk merawat tubuh laki-laki.

Ada juga untuk perawatan bayi dan anak-anak, yang tentunya membutuhkan perawatan kesehatan juga. Secara keseluruhan, ada 5 tarapis perempuan dan 2 terapis laki-laki.

Pengalaman Pertama Body Spa di Diarra Queens

Sebetulnya ada banyak produk jasa perawatan tubuh yang ditawarkan, dari mulai body spa Korea, perawatan rambut, kuku dan body slimming spa. Sangat menarik bila tidak dicoba, apalagi dengan harga yang terjangkau oleh saku saya. Untuk info harga, bisa dibuka langsung pada websitenya.

Saya sendiri memilih untuk perawatan dari paripurna, dari kepala sampai kaki. Saya memilih perawatan rambut dan creambath. Ada Mbak Dewi dan Mbak Yeni yang bekerjasama dalam merawat tubuh saya. 

Mbak Dewi merawat rambut, kemudian Mbak Yeni merawat tubuh dengan body spa. Salah satu yang menarik dalam perawatan rambut adanya verol, salah satu alat untuk cremabath. Alat ini membantu terapis dalam melakukan perawatan rambut.


Sebetulnya untuk perawatan tubuh, ini yang pertama saya lakukan. Selama ini saya tidak berani untuk spa, karena tidak terbiasa banyak terbuka pakaian depan orang lain dan saya geli bila disentuh oleh orang lain.

Kali ini, saya berhasil dibujuk oleh Mbak Yeni untuk body spa, padahal niat awal saya hanya melakukan perawatan rambut. Alhasil, saya pun mengikuti ritual body spa. Tentunya setelah melakukan diskusi dan tanya jawab yang lama dan panjang dengannya, saya pun turut perawatan body spa. 

Karena baru, saya agak grogi, tapi lama-lama terbiasa. Saat menunggu jeda perawatan itu saya kebelet pipis, karena sebelumnya banyak minum, alhasil, saya ngacir dulu ke kamar mandi. Mungkin baru saya aja yang begitu, hehehehe…

Pengalaman body spa ini membuat saya tahu model perawatan tubuh. Ini menjadi pengalaman pertama body spa di Diarra Queen.

Indikasi Geografis untuk Melindungi Rempah Indonesia

Seringkali ketika membeli kopi, kita memburu kopi yang menjadi ciri khas pada daerah tersebut dengan kualitas yang terbaik, seperti Kopi Toraja atau Lampung. Saya sendiri memilih kopi tersebut karena kualitas rasa yang didapatkan memiliki khas atau keunikan dalam cita rasa yang saya nikmati. Pemilihan rempah berdasarkan geografis ini ternyata sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam indikasi geografis untuk melindungi rempah Indonesia.

rps20161227_165047.jpg

Bukan hanya kopi, jenis rempah lainnya juga ditetapkan berdasarkan indikasi geografis untuk melindungi rempah tersebut, baik dari pengklaiman maupun dalam bisnis rempah sendiri. Jujur, saya juga baru tahu tentang indikasi geografis ini kemaren, Selasa, 20 Desember 2016, sewaktu mengikuti seminar rempah sekaligus pelantikan pengurus Dewan Rempah Indonesia. Saya pun penasaran dan mencari tahu tentang indikasi geografis. Lalu, apa itu indikasi geografis? Dan apa hubungannya dengan rempah Indonesia beserta kesejahteraan petani?

Indikasi Geografis

Sebagai orang awam, saya pun mencari tahu tentang indikasi geografis. Dalam penelusuran saya, maka saya menemukannya bahwa indikasi geografis sebagai sertifikasi yang dilindungi oleh undang-undang untuk produk tertentu yang sesuai dengan lokasi geografis asal atau daerah tertentu. Lingkungan geografis ini memberikan khas atau ciri kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan, karena lingkungan geografis tadi bisa berupa faktor alam, manusia atau kombinasi keduanya.

rps20161227_165223.jpg

Pendaftaran produk indikasi geografis akan memberikan nilai tambah dan daya saing serta keuntungan kepada para stakeholders yang terlibat seperti petani dan eksportir. Terdapat peraturan pemerintah No. 51 Tahun 2007 tentang Indikasi Geografis mengenai prosedur pendaftaran. Dengan diberlakukannya PP. 51 Tahun 2007 pada tanggal 4 September 2007 sebagai aturan pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 yang mengatur perlindungan Indikasi-Geografis, maka hal tersebut telah membuka jalan untuk bisa didaftarkannya produk-produk Indikasi Geografis di tanah air. Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2007 memuat ketentuan-ketentuan mengenai tatacara pendaftaran Indikasi Geografis. Untuk tatacaraa bisa dilihat di sini.

Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya indikasi geografis, sebagai upaya menyejahterakan petani dan membangun branding produk dan harga.

Dari sisi konsumen, dengan adanya sertifikat produk indikasi geografis yang ditempelkan pada kemasan produk yang bersangkutan, berarti produk tersebut adalah asli. Artinya, konsumen akan terhindar dari barang palsu jika pada kemasan produk itu terdapat label produk indikasi geografis, karena bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi atau hukuman sesuai dengan Undang-undang.

Rempah Indonesia

Tiada yang tidak tahu kalau kedatangan Portugis, Inggris dan Belanda ke Nusantara untuk mendapatkan rempah-rempah yang melimpah dan berkualitas. Hampir setiap wilayah Nusantara memiliki keunikan dan keistimewaan rempah yang menjadi ciri khas dari kualitas rempah tersebut. Seperti Pulau Banda, salah satu wilayah yang diperebutkan karena memiliki kuliatas rempah pala yang terbaik.

Indonesia memiliki kualitas rempah yang terbaik sejak dulu. Para pedagang asing, seperti Portugis, Inggris dan Belanda berebut berburu rempah ke Nusantara. Kehadiran mereka yang bermula mencari rempah, kemudian merambah ingin mendapatkan rempah tanpa transaksi, sehingga mereka pun menguasai wilayahnya. Tak ayal lagi, ketamakan itu pun menjadikan mereka mengklaim wilayah rempah Nusantara menjadi kekuasaannya. Rakyat Nusantara yang menjadi pemilik tanah pun banyak yang terusir dan tersingkarkan, bahkan banyak yang meninggal. Kualitas rempah yang ada, ternyata belum bisa menyejahterakan para petaninya, bahkan menjadi terjajah oleh bangsa asing. Bagaimana dengan kini dan masa depan? Untuk itu, seyogyanya kita mengetahui rempah Nusantara dulu, kini, dan yang akan datang.

Tak kenal, maka tak sayang. Rempah-rempah yang menjadi komoditas kita sehari-hari ternyata tak lekang oleh kualitasnya rempah dan kondisi petaninya masa lalu, namun sayang banyak yang belum mengetahuinya, termasuk saya. Jadi malu sendiri hehehe… Ibarat sinyal, ini pertanda saya harus banyak baca dan belajar tentang rempah Nusantara dulu, kini dan yang akan datang.

Dengan Rempah, Menikmati Makanan dan Kosmetik

Beruntungnya, Selasa, 20 Desember 2016, saya mendapat kesempatan mengikuti seminar sehari yang bertema Rempah Masa Dulu, Masa Kini dan Masa Depan, yang sekaligus juga dengan pelantikan pengurus Dewan Rempah Indonesia, periode 2016-2020.

Hadir sebaga narasumber Ibu Mooryati Soedibyo, founder Mustika Ratu Group memaparkan kosmetik dari rempah sebagai sumber alam hayati dan SPA yang berbasis kearifan lokal. Pemanfaatan rempah-rempah Nusantara untuk kosmetik sangat penting.

rps20161227_165828_562.jpg

Dalam paparannya, Ibu Mooryati menekankan bahwa jamu dan kosmetika Indonesia berasal dari rempah Indonesia yang tumbuh subur, bisa diambil pada akar, kulit pohon, biji-bijian dan buah-buahan.

Untuk perawatan kulit tubuh, Ibu Mooryati mendirikan Taman Sari Heritage SPA. Dalam perawatannya tidak lepas dari berbagai tumbuhan yang disarikan dalam bentuk minyak, di antaranya:

  • Minyak kenanga, untuk kesegaran tubuh dan melembutkan kulit.
  • Minyak akar wangi, untuk mengendorkan saraf dan otak serta menghilangkan pegal-pegal pada kaki dan lutut.
  • Minyak pala, untuk menghangatkan badan dan menenangkan saraf.
  • Minyak nilam, untuk meningkatkan gairah, aprodisiap.
  • Minyak zaitun, untuk mengurangi ketegangan pikiran dan relaxing, serta menghaluskan kulit.
  • Minyak sereh, untuk melancarkan haid, memperlancar keringat, menolak masuk angin, lambung, rematik dan sakit kepala.

Pemaparan yang sangat menarik. Ternyata, tumbuhan yang selama ini kita kenal, seperti sereh, memiliki banyak khasiat untuk tubuh. Tidak berlebihan bila pihak asing datang dan mengincar rempah Nusantara.

Lebih lanjut lagi, Shanti Serad, seorang bisnis makanan memaparkan tentang keunggulan dan keistimewaan rempah Indonesia dalam makanan. Indonesia kaya akan tradisi makanan dan jenisnya, dengan bumbu rempah sesuai dengan tumbuhan yang terdapat pada wilayah tersebut.

Untuk memperkenalkan makanan Nusantara ke luar negeri, tak jarang Shanti kesulitan dalam menemukan rempah yang sesuai dengan cita rasa yang di Nusantara. Oleh karena itu, seringkali ketika mengikuti suatu pameran atau festival, Shanti membawa bumbu rempah sendiri ke luar negeri.

Yups, ciri khas dari rasa rempah Nusantara sendiri yang membawa keunikan ada kuliner Indonesia. Maka, ketika menggantikan bumbu rempahnya dengan yang di luar negeri, akan terasa beda rasanya.

Dalam keunikan dan kekhasan rempah Indonesia, tidak lepas dari wilayahnya. Ir. Riyaldi memaparkan pentingnya sertifikasi indikasi geografis rempah untuk meningkatkan mutu dan kualitas harganya.

Menarik menyimak pembahasan para narasumber di atas, sehingga saya pun mencari tahu lewat berbagai artikel tentang indikasi geografis rempah Indonesia.

Dewan Rempah Indonesia

Selain paparan seminar tentang Rempah Indonesia Masa Dulu, Masa Kini dan Masa Depan, saya pun menyaksikan pelantikan kepengurusan Dewan Rempah Indonesia, yang menjadi ketuanya Ir. Gamal Nasir.

rps20161227_165603_931.jpg

Dewan Rempah Indonesia dideklarasikan pada tahun 2007 dengan dipimpin oleh Adi Sasono sebagai pendiri sekaligus ketua. Selama dua periode, beliau memimpin Dewan Rempah Indonesia. Selanjutnya digantikan oleh Ir. Gamal Nasir dengan masa kepemimpinan tahun 2016-2020.

Selasa, 20 Desember 2016, kepengurusan Dewan Rempah Indonesia dilantik, dengan dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Ir. Bambang. Pada sambutannya, Pak Bambang membacakan pesan dari Mentri Pertanian, bahwa rempah Indonesia telah menjadi komoditas strategis yang bisa menyejahterakan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa rempah Indonesia telah mendunia.

rps20161227_165753_543.jpg

Sangat menarik ketika Dirjen Perkebunan kembali memaparkan bahwa kejayaan rempah masa lalu kita kejar dan raih kembali dengan perbaikan pada pembibitan, pemasaran, dan peningkatan konsumsi dalam negeri. Untuk itu, pada tahun 2017, pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp.400 miliar.

Dewan Rempah Indonesia pun menegaskan bahwa harus ada pembenahan pada semua sektor terkait pengembangan rempah di Indonesia. Demikian kata Gamal Nasir, ketua Dewan Rempah Indonesia. Dewan Rempah Indonesia akan membangkitkan rempah-rempah Indonesia.

rps20161227_165702_983.jpg

Dalam hal ini, saya melihat bahwa Dewan Rempah Indonesia berkomitmen untuk memajukan rempah Indonesia dan turut membantu dalam menyejahterakan para petani Indonesia. Hal yang sesungguhnya menjadi tumpuan bagi kami semua dalam menyejahterkan para petani Indonesia, terutama dengan adanya indikasi geografis untuk melindungi rampah Indonesia. Semoga dapat terwujud. Amin

Referensi:

Serunya Nge-doodle di Museum Tekstil

Kamis, 1 Desember 2016, saya berkesempatan datang ke Museum Tekstile untuk belajar nge-doodle di daluang. Mengenal istilah daluang sudah lama, tetapi melihatnya baru  tahun lalu saat pameran wayang beber di Perpustakaan Nasional. Maka, ketika ada pelatihan nge-doodle di daluang, saya pun langsung turut berpartisipasi. Dan ternyata, serunya nge-doodle di Museum Tekstile sangat terasa, apalagi dengan pemateri Mak Tanti yang ceria, lucu dan bijaksana.

Nge-doodle dengan Mak Tanti

Di dunia perbloggeran di lingkungan saya, tak ada yang tidak mengenal Mak Tanti Amelia, emak ceria yang eksis dengan doodle cantiknya telah memiliki buku doodle sendiri, dan ilustrator di beberapa buku anak.

Bermodal nekat, saya daftar pelatihan doodle, padahal saya tidak bisa menggambar, namun yakin dapat menggambar dengan gembira. Maka, saya pun mengikuti pelatihan doodle.

Doodle secara bahasa Indonesia bisa berarti “mencoret.” Secara harfiah, mencoret merupakan kegiatan corat coret garis di kertas. Hal mudah dan gampang dilakukan ini ternyata bisa menghasilkan seni atau art.

Mencoret-coret ini bisa disebut Doodle Art, suatu gaya menggambar dengan cara mencoret, terlihat abstract, bisa bermakna atau tidak, terkadang karya yang dihasilkan tidak memiliki bentuk yang benar tetapi terlihat unik dan menarik.

Mak Tanti yang ceria ini mempraktekkan langsung corat coretnya, wow… hasilnya keren sekali. Maka, saya pun mencoba corat coret dengan pencil melalui kertas, tidak langsung dengan daluang karena langkanya media tulis ini.

Nah, coretan saya ini sungguh tidak memuaskan, tapi saya gembira, karena mencoret-coret dengan senang beserta teman-teman yang menggambar dengan suka ria.

Teman-teman pun yang ikut pelatihan, mereka mencorat coret dengan gembira, kemudian berlanjut ke daluang. Rata-rata yang mereka coret di kertas, tidak sama dengan coretan di daulang. Serunya…

Museum Tekstil

Museum Textile yang ada di Tanah Abang ini sering saya lalui kalau menuju pasar Tanah Abang atau Stasiun Tanah Abang, namun saya belum pernah masuk ke dalamnya.

Saya berkesempatan ke Museum Tekstil, dan langsung melongok ke setiap sudutnya. Ada galeri pakaian adat berbahan kayu dari berbagai daerah di Nusantara.

Sesuai dengan kebudayaan dari berbagai suku yang ada di Nusantara, sangat kaya sekali bahan dan corak model pakaian yang digunakan. Untuk itu, ada beberapa hal yang menjadi ketertarikan bahwa pada setiap budaya yang ada di Indonesia sangat unik dan menarik, serta penuh filosofi.

Ada pendopo Batik, yang di dalamnya terdapat peralatan ngebatik. Saat itu, kebetulan sedang ada kunjungan pelajar SMP yang sedang belajar membatik. Mereka terlihat semangat dan antusias ketika praktek membatik.

Ada juga tekstil shop, yang menghadirkan hasil karya tekstil terbaik di berbagai daerah di seluruh Nusantara. Bukan hanya itu, terdapat perpustakaannya. Suasana asri dan rindang menjadi bagian yang menyenangkan. Ada tanaman obat yang menjadi taman pelengkap. Belum lagi dengan bangunan museum yang masih berbentuk rumah lama.

Mengenal Daluang

Saya mengenal daluang sudah lama. Bahkan, dalam bahasa Sunda, kertas itu bermakna daluang, maka daluang bukan hal yang asing bagi saya. Tetapi, untuk melihat langsung daluang, baru tahun lalu saya melihatnya ketika ke Perpustakaan Nasional pada pameran wayang beber.

Saat itu saya melihat berbagai naskah kuno yang bermedia nipah dan daluang. Cerita-cerita masa lalu yang tertulis dengan huruf Arab pegon dan huruf-huruf sansakerta.

Huruf-hurufnya masih terlihat jelas dan kertasnya masih utuh. Tidak mudah memang untuk membacanya, sebagai orang awam, saya terkagum-kagum dengan daluang ini yang mampu bertahan sekian puhan sampai ratusan tahun.

Maka, doodle pada daluang sebagai perpaduan klasik dengan modernitas, sehingga menghasilkan paduan yang kekinian. Serunya, nge-doodle di museum textile bersama Mak Tanti.

Fitur Chat, Lancarkan Komunikasi Bisnis Mobil

Kemajuan teknologi mendorong berkembang dan berinovasi para perusahaan. Di era digital sekarang ini, banyak inovasi dan kreativitas teknologi dalam berbagai aplikasi yang dapat membantu kehidupan kita sehari-hari, seperti fitur chat, lancarkan komunikasi bisnis mobil 123.

Komunikasi Bisnis

Kemajuan teknologi telah membawa pada bisnis digital yang terus beraktualisasi. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman akan mampu bertahan dan berkemajuan. Apalagi dalam proses komunikasi bisnis. Continue reading “Fitur Chat, Lancarkan Komunikasi Bisnis Mobil”

Code@BCA Kupas Kidtech; Ketika Anak Belajar Coding

Tak dapat dipungkiri, di era digital sekarang ini anak-anak sudah terbiasa dengan memegang gadget. Kebiasaan ini seringkali membuat kelabakan para orangtua dan orang dewasa karena khawatir akan pola hidup anak. Padahal, anak-anak sekarang memang berada pada masa digital, sudah saatnya anak-anak diarahkan dan dibimbing dalam pemanfaatan IT dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, Code@BCA kupas kidtech; ketika anak belajar coding, dari hobi anak dalam bermain game diarahkan menjadi yang membuat game.

Anak-anak bisa main coding, programing dan buat game sendiri, kok bisa? Penasaran bukan? 🙂

rps20161207_155344_877.jpg

KidTech; Ketika Anak Belajar Coding

Saya pun penasaran ingin tahu lebih dalam mengenai anak-anak yang main koding dan bisa buat game sendiri. Prestasi anak dalam bermain koding dan menghasilkan karya, tidak lepas dari peran orangtua dan orang dewasa yang mengarahkan dan membimbing anak. Rabu, 30 November 2016, saya berkesempatan untuk menyimak talkshow Code@BCA yang mengupas Kidtech.

Bertempat di Menara BCA, Jakarta, hadir para narasumber praktisi startup yang bersegmentasi pada pengembangan pendidikan teknologi anak, yaitu Aranggi Soemardjan selaku Founder Clevio, Kurie Suditomo selaku Co-founder Coding Indonesia dan Wisnu Sanjaya selaku CEO Cody’s App Academy.

rps20161207_155214_613.jpg

Dengan dipandu oleh moderator  Wicaksono Hidayat, para narasumber ini memaparkan motivasi dan proses pengembangan startup bagi anak-anak.

Aranggi Seomardjan selaku Founder Clevio memaparkan bahwa yang melatarbelakangi adanya Clevio terinspirasi oleh anaknya yang memiliki hobi game dan penyendiri. Sebagai yang berpendidikan IT, berpadu dengan istrinya yang psikolog, maka Clevio hadir untuk mengembangkan potensi dan hobi anak dalam bermain game atau gadget.

Saya pun penasaran dengan Clevio, maka menemukan pada websitenya bahwa Clevio hadir pada bidang pendidikan melalui kursus-kursus IT yang memberdayakan masyarakat untuk meraih banyak manfaat dari teknologi. Bukan hanya cerdik berteknologi, tetapi menikmati interaksi dengan teknologi.

Adapun Kurie Suditomo selaku Co-founder Coding Indonesia memaparkan bahwa coding adalah kegiatan menulis dan membaca kode untuk dipahami komputer. Dengan coding, dapat mengasah daya pikir komputasi secara logis dan matematis yang berguna bagi kemampuan bernalar.

Dengan kata lain, bahwa coding ibarat calistung atau membaca, menulis dan menghitung, maka belajar coding di era digital sekarang ini sudah menjadi mata pelajaran bagi anak.

Bermula dengan kebiasaan atau hobi anak dalam bermain game, maka bisa diarahkan dan dibimbing menjadi pembuat game. Asik bukan? 🙂

Yups, sekarang ini anak-anak sudah terbiasa bermain gadget. Bahkan, ada balita yang sudah tidak bisa lepas dari handphone. Biasanya berawal hanya untuk sekedar mengalihkan perhatian anak dari menangis, tetapi kelamaan menjadi kebiasaan.  Tentu, sebagai orangtua atau orang dewasa melihat perkembangan anak yang terlalu asik dengan gadget sangat mengkhawatirkan. Namun, bila mendengar pemaparan Kurie Suditomo, bahwa ketika anak sudah asik main game, maka arahkan atau manfaatkan kemahiran anak bermain games dengan belajar coding sehingga bisa membuat game dan aplikasi.

Seakan menguatkan paparan Kurie Suditomo dari Coding Indonesia, Wisnu Sanjaya selaku CEO Cody’s App Academy pun menjelaskan bahwa dia dulunya seorang gamer, kemudian menjadi pembuat game dan mendirikan Cody’s App Academy. Tidak heran ketika saya menelisik websitenya, startup ini memiliki tagline “We make learning to code fun and easy.”

Hal menarik yang dituturkan oleh Wisnu Sanjaya, bahwa ketika anak sudah hobi main game, maka berikan saja seperangkat game pada PC, seperti game tendo dan lain-lain. Tetapi, jangan coba-coba memberi smartphone untuk bermain game online pada anak, karena game online itu seperti hutan rimba. Oleh karena itu, orangtua lebih baik memberi perangkat game yang agak mahalan tetapi terdeteksi isi gamesnya daripada game online yang seperti hutan rimba yang tidak diketahui alurnya.

Code@BCA

Bank Central Asia (BCA) melalui program CSR yang bernama Bakti BCA memberikan dukungan kepada para start up muda yang kreatif melakukan inovasi dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.

rps20161207_145338_881.jpg

Talkshow yang mengusung konsep Code@BCA sebagai sarana dalam berdiskusi antara praktisi coding, teknopreneur dan khalayak muda dalam turut mengedukasi generasi muda akan pentingnya pendidikan IT.

Pada sambutannya, Inge Setiawati selaku General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) BCA menuturkan bahwa BCA melalui Bakti BCA mempertemukan para wirausaha pemula (start up) dengan pakar wirausaha yang sedang sukses membangun dan mengelola bisnis yang berbasis teknologi.

Lebih lanjut lagi, Inge memaparkan bahwa di tengah era digital, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan berbagai peluang sebagai jembatan untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Code@BCA ini hadir atas kerjasama Bakti BCA, CodeMargonda dan TeknoJurnal. Acara ini disambut baik oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi, sebagai media edukasi teknologi pada masyarakat.

Sonny Sudaryana selaku perwakilan dari Kementrian Komunikasi dan informasi menuturkan bahwa sekarang ini, pemerintah dan steakholder sadar bahwa di era sekarang harus mulai berfokus pada digital, terutama dalam persaingan bisnis dengan industri asing.  Pemerintah sendiri sudah menargetkan bahwa tahun 2019 seluruh kabupaten dan kota terkoneksi dengan internet pada program Palapa Ring.

palapa-ring

Teknologi sebagai penguat ekonomi akan menjadi fokus dalam perekonomian masa depan, oleh karena itu sangatlah penting adanya pendidikan teknologi sejak dini.

Kidtech

Dari talkshow tersebut, saya mendapatkan banyak pencerahan mengenai pentingnya belajar IT sejak dini, di antaranya:

  • Mempertajam logika. Ketika coding seperti calistung, maka dalam penerapannya seperti belajar logika dengan pengaplikasian matematika pada komputer.
  • Mengasah kreativitas. Anak dapat mengembangkan kreativitas games berdasarkan gambar dan cerita yang dibuatnya sendiri.
  • Melatih kesabaran. Anak dapat dengan sabar dan teliti mengupas satu per satu visual pada code-code programming secara sistematis.
  • Mengolah problem solving. Anak dapat mengolah permasalahan yang dihadapi dengan penyelesaian yang terurai dan sistematis.
  • Memahami teknologi. Anak bukan lagi sekedar pemain games, tetapi telah menjadi pembuat games, sehingga memahami teknologi dalam pemanfaatannya dengan sebaik-baiknya.
  • Jago coding dan programming. Dengan pendidikan coding, para orangtua bangga karena anaknya tidak hanya menjadi consumer saja, tetapi juga sebagai creator atau producer.

Dengan Code@BCA kupas Kidtech; ketika anak belajar coding telah mengubah paradigma saya sebagai orang dewasa ataupun para orangtua tentang teknologi dan games, karena di masa teknologi sekarang ini yang dibutuhkan bukan hanya masa lalu dan masa kini, tetapi prediksi dunia masa depan.