Lifestyle, Melihat dengan Tulisan

Sungguh suatu hal yang membahagiakan ketika segala pikiran tertuangkan dan ada yang menanggapinya dengan catatan. Saya sendiri dalam menulis lebih pada lifestyle, melihat dengan tulisan sebagai pengungkapan dari tema yang saya usung pada blog.

Kenapa Lifestyle?

Lifestyle atau gaya hidup sekarang ini menjadi sesuatu yang ngetren, karena tampil dalam gaya. Mungkin pemaknaan gaya hidup bisa pada fasion, tetapi saya sendiri melihat gaya hidup atau lifestyle sebagai tampilan atau identitas kita sendiri.

Gaya hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lainnya. Pola-pola kehidupan sosial yang khusus seringkali disederhanakan dengan istilah budaya. Sementara itu, gaya hidup tergantung pada bentuk-bentuk kultural, tata krama, cara menggunakan barang-barang, tempat dan waktu tertentu yang merupakan karakteristik.

Kotler (2002:192) berpendapat bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup juga menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu dalam kehidupannya, juga dapat dilihat dari aktivitas sehari-harinya dan minat apa yang menjadi kebutuhan dalam hidup.

Blog yang menjadi manifestasi keadaan diri telah mengajarkan arti kehidupan itu sendiri. Saya menulis sebagai suatu ungkapan dari pemikiran dan sudut pandang saya ketika menuangkannya dalam tulisan.

Awalnya saya menulis hanya sebagai rangkaian dari berbagai perasaan dan peristiwa yang saya tuangkan dengan berbagai gaya penulisan. Bermula dengan menulis fiksi, tulisan yang penuh imajinasi dan uangkapan sudut pandang yang saya tulis secara puisi atau cerpen.

Seiring perjalanan waktu dan digital yang terus berkembang, maka saya pun menulis dengan segenap hati artikel dan opini. Tak jarang saya berusaha membuat essai sehingga dalam tahapan menulis, blog saya menjadi segala ada. Tetapi tidak, saya mengungkapkan semuanya yang saya tulis dengan kata motekar.

Motekar sendiri berarti kreatif. Istilah yang saya ambil dari bahasa Sunda ini sebagai suatu tanggapan dari keinginan saya untuk menjadi kreatif. Kreativitas ini menjadi suatu kegairahan dalam menjalankan kehidupan. Ada motivasi dan keinginan untuk terus maju dan berkembang.

Perkembangan blog pun terus melaju menjadi media digital yang memiliki bukan hanya berbagi kata tetapi menjadi berbagi cerita. Di sini bukan hal yang mustahil ketika berada pada suatu tahapan yang menjadi dasar pada sistem yang berbeda dan sama dengan beberapa yang sudah ditentukan.

Seiring waktu, saya pun memilih tema lifestyle dengan tetap mengusung kreatifitas, setidak saya berharap menjadi orang yang kreatif. Lifestyle ini sebagai ciri diri sendiri atau penyajian tulisan dengan merujuk pada personal diri saya. Meskipun bukan seorang artis atau public figur, saya menuliskan suatu tulisan berdasarkan gaya hidup saya. Setidaknya gaya hidup itu terungkapkan pada pemaknaan suatu peristiwa berdasarkan sudut pandang saya.

Oleh karena itu, saya pun mengusung tema lifestyle. Di sini saya akan memberikan alasan kepada saya memilih tema lifestyle.

1. Identitas. Tulisan blog saya adalah ungkapan dari pikiran-pikiran saya, maka tulisan tersebut memiliki ciri khas diri saya. Berbagai kategori tulisan bisa saja dihadirkan, judul dan tema ditawarkan, tetapi dalam penulisannya tetap akan menampilan ciri khas sehingga menjadi identitas bagi saya.

2. Personal Branding. Dengan tema lifestyle, maka saya ingin menunjukkan bahwa beginilah saya. Dalam setiap tulisan ada karakter atau ciri khas diri saya meskipun menguoas berbagai tema yang berbeda.

Demikianlah, lifestyle, melihat dengan tulisan menjadi suatu pemaknaan dalam pengejewantaah diri di dunia blogging. Bagaimana dengan Anda?

Advertisements