Woman Talk, Tips Bisnis Ala Futri Zulya

Namanya Futri Zulya. Saya mengenalnya pada sessi woman talk yang diadakan oleh Indonesia Sosial Blogpreneur (ISB) bekerja sama dengan PT Batin Mandiri Indonesia (BMI), Kamis, 20 September 2018 di kantor BMI. Futri Zulya memaparkan dunia bisnis yang dijalaninya serta perannya sebagai perempuan dan pebisnis. Perempuan muda ini memiliki motto, “Success is no accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice, and most of all, love what are you doing.” Maka, woman talk, tips bisnis ala Futri Zulya ini sangat menginspirasi para perempuan.

Pada dasarnya, dalam berkehidupan ada proses perjalanan yang bagi penikmat kehidupan, setiap prosesnya dinikmati dengan keyakinan. Begitu pula dengan Futri Zulya, dalam menjalankan bisnisnya dia nikmati sebagai suatu proses dalam kebahagiaan.

Futri Zulya memiliki keyakinan, bahwa perempuan itu istimewa. Dia beranggapan bahwa perempuan itu seorang ibu atau sering disebut MOM. MoM sendiri dia terjemahkan menjadi Master of Multitasking, yang mana perempuan itu pada dasarnya serba bisa dan melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu.

Sebagai perempuan saya sendiri merasakan bahwa dalam melakukan aktivitas bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Apalgi di era teknologi sekarang, kita bisa memasak nasi di magiccom sambil mencuci baju di mesin cuci, sekaligus membersihkan rumah. Aktivitas multitalsing ini sebetulnya menjadi kegiatan sehari-hari, namun sayang jarang yang menyadarinya, bahwa perempuan itu memang multitasking.

Dalam susunan organisasi rumah tangga, perempuan sebagai ibu memiliki peran vital dalam mengelola keuangan. Bila dalam organisasi perusahaan, maka ibu berada pada struktu CFO atau Chief Financial Officer. Karena perannya yang sangat vital dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, perempuan mendapatkan sorotan dalam penggunaan keuangan. Tidak heran bila kita sering mendengar perempuan suka berbelanja, lebih stres dalam masalah keuangan, berpenghasilan lebih rendah, tidak mau ambil resiko dalam berinvestasi. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan dalam menghilangkan stigma atau pendapat di atas.

Di era digital sekarang, perempuan dapat lebih mudah berkembang dan membuka potensi diri, baik dalam bisnis maupun pengembangan bakat. Saya sendiri melihat banyak perempuan yang mengembangkan enterpeneur atau bisnisnya hanya dengan menggunakan smartphone. Menjadi womanpreneur memiliki keuntungan sendiri dengan jam kerja yang fleksibel, menjadi bos, membuka lapangan pekerjaan, bisa mengembangkan kreativitas.

Tips Bisnis Ala Futri Zulya

  1. Passion.
  2. Support.
  3. Rencana bisnis dan riset.
  4. Pelaksanaan.
  5. Inovasi dan ikut tren pasar.
  6. Pemisahan budgeting rumah tangga dan bisnis.

Futri Zulya sendiri dalam berbisnis lebih mengedepankan pengalaman. Sebelum memasuki dunia bisnis, Futri pernah bekerja pada salah satu perusahaan internasional bidang minyak dan gas. Panggilan bisnis hadir ketika ia meneruskan bisnis keluarga. Saat itu, bisnis keluarga yang terbengkalai karena aktivtas lainnya, Futri Zulya ambil alih dengan menggunakan modal sendiri.

Dari bisnis keluarga ini dia memiliki banyak pengalaman, termasuk pernah rugi dan tertipu. Learning by doing, itu yang Futri Zulya tegaskan dalam bisnisnya. Namun dari sana, dia bisa mengembangkan bisnis pada berbagai bidang yang dianggapnya sangat berpeluang.

Ketika memulai bisnis edukasi, diawali oleh kegelisahannya dalam menyekolahkan anaknya. Bersama keluarga, Futri Zulya merintis lembaga pendidikan montessori. Meski awalnya hanya keluarga dengan 30 muridnya, sekarang sudah berkembang menjadi 500 siswa dan waiting list.

Futri Zulya pun mengembangkan bisnis pada bidang kecantikan. Perempuan yang tidak lepas dari beauty dan fashion, maka menjadikan bisnis tersebut pada tahap berikutnya. Dengan mengusung brand Z Beauty, maka Futri Zulya terlihat semakin yakin dalam bisnis yang digelutinya.

Dari rangkaian bisnis yang dijalankannya, ternyata motivasi terkuat pada dirinya adalah berbagi kebahagiaan. Bu Titi, salah satu karyawannya menuturkan, bahwa dia dapat membeli rumah sejak bekerja di BMI, padahal dia bekerja baru 6 bulan. BMI sendiri memiliki kerjasama dengan KPR yang mendorong karyawan untuk dapat memiliki rumah sendiri. Tutur Bu Titi dengan sumringah. Berada di perusahaan BMI serasa berada di rumah sendiri.

Demikianlah cara Futri Zulya dalam berbisnis. Dia berbisnis untuk memberdayakan dan membahagiakan para karyawannya. Dalam pengelolaan keuangan, dia terapkan juga pada karyawannya, seperti mengatur arus kas, mengelola arus kas dengan melihat pada siklus kehidupan dan ujian serta resiko kehidupan, dan cermat mengelola pendapatan.

Adapun tips kelola keuangan keluarga ala Futri Zulya sebagai berikut:

  1. Buat rencana pengeluaran untuk sebulan.
  2. Batasi penarikan uang tunai.
  3. Alokasi pos pengeluaran.
  4. Selalu dan rutin melakukan evaluasi.
  5. Manfaatkan online store yang menjual barang-barang bekas berkualitas.
  6. Disiplin dalam penerapannya.

Woman Talk, Tips Bisnis Ala Futri Zulya ini telah menginspirasi saya untuk membeli rumah yang seringkali tertunda. Memulai bisnis baru bukanlah yang susah, asalakan dengan perencanaan dan penelitiaan yang matang, serta pelaksanaan yang jelas, insya Allah akan mudah dan ringan.

Advertisements