Philips Hue, Tampilkan Pencahayaan Warna Warni

Tak terbayangkan kalau bisa melihat pencahayaan warna warni dalam kamar sendiri seperti yang saya saksikan di Monas ketika malam. Telah hadir Philips Hue, tampilkan pencahayaan warna warni di rumah atau kamar sendiri. 

Sabtu, 19 November 2016, saya berkesempatan ke pameran Philips Ligthing di Senayan City, Jakarta. Ada miniatur Monas, ada booth-booth ruangan yang menampilkan furnitur dan desaign interior dengan berbagai produk Philips. 

Sangat menarik. Philips memang salah satu merk yang menghadirkan produk elektronik berkualitas dan berinovasi. Kali ini lampu dengan pencahayaan warna warni dan menyentuh feeling dari suasuana hati, maka menyesuaikan warnanya.

Philips Hue

Ada salah satu booth yang menampilkan pencahayaan warna warni, saya pun tertarik dan menyimak talkshow yang memperkenalkan produk baru Philips Hue, tampilkan pencahayaan warna warni.

Hadir sebagai narasumber adalah Indah Susanti sebagai perwakilan dari Philips dan Aryo Pratomo sebagai blogger. Keduanya paparkan tentang Philips Hue secara lengkap dan komprehensip.

Aryo Pratomo sebagai blogger papatkan bahwa Lampu Hue itu seperti “gue” banget yang bisa memahami keadaan emosinya dia. Sebagai blogger dan netizen yang sehari-hari berhadapan dengan teknologi dan dunia internet, maka suasana emosi pun kadang fluktuatif, termasuk ketika datang DL atau deadline. 

Wow… Keren banget, itu yang saya kagumi, karena dia sebagai blogger mendapat kesempatan untuk menggunkan Philips Hue. Saya sendiri blogger yang tentunya ingin memiliki Philips Hue, biar suasana emosi yang bisa terefleksi pada cahaya warna warni. :) 

Aryo paparkan bahwa sebagai blogger, Philips Hue sangat berguna ketika digunakan saat ngeblog. Dia sendiri penggunaan Philips Hue dengan memaksimalkan kamar kerja. Sensasi 16 juta warna diaplikasikan langsung dalam pekerjaannya sehari-hari. 

Aryo membuat vlog penggunaan Philips Hue, dari mulai membuka bungkusnya kemudian memasangkannya di ruangannya. Wuih keren. Dengan melihat PC dan laptop di kamarnya, sepertinya Mas Aryo memang layak mendapat kesempatan mendapatkan Philips Hue. Apalagi ketika melihat video petunjuk pemasangan Philips Hue, aih saya pun semakin pengen. Canggih dan warna cahayanya dapat menyentuh emosi kita.

Lebih lanjut lagi, Indah Susanti dari Philips menjelaskan tentang produk Philips Hue. Philips selalu berinovasi, maka Philips yang dikenal sebagai lampu hemat energi dan pelopor lampu berteknologi LED, kini menghadirkan Philips Hue, yang terkoneksi dengan jaringan internet dan memiliki 16 juta warna. 

Penggunaan lampu Philips LED ini sangat awet, tidak perlu menggonta ganti lampu karena bisa sampai 15 tahun. Saya sendiri di kosan menggunakan lampu Philips LED biar awet dan terang. Di rumah orangtua pun, semua menggunakan lampu Philips LED biar awet.

Keuntungan menggunakan lampu Philips LED sendiri sebagai berikut:

  • Hemat energi sampai 90%.
  • Tahan lama hingga 15 tahun.
  • Aman dan ramah lingkungan.
  • Cahaya lebih nyamab di mata.
  • Lebih kuat terhadap fluktuasi tegangan listrik.
  • Tidak mengandung sinar UV.
  • Bergaransi 2 tahun.

Lampu Philips LED ada yang dimulai 3 & 3,5W, yang setara dengan lampu pijar 25W Cool Day Light (putih) dan Warm White (kuning). Nah, sekarang hadir inovasi terbaru dari Philips LED denga penamaan Philips Hue, kita bisa bermain dengan warna.

Secara jelasnya, Indah Susanti paparkan lebih gamblang tentang Philips Hue sebagai produk lampu Philips LED terbaru, yang sangat canggih dan kaya warna pencahayaan.

Philips Hue ini mudah diinstall dan user friendly. Dalam satu produk, bisa menghasilkan berbagai warna. Produk ini bisa kita kontrol dengan sentuhan jari. Maka, Philips Hue sangat menekankan keamanan dan kenyamanan, karena kita dapat mengontrolnya sendiri. 
Untuk penggunaannya, kita install terlbih dahulu. Hal yang penting dalam bisa menggunakan lampu ini harus memiliki routers, setelah download aplikasinya, kemudian bisa kita gunakan. Kita bisa setting banyak scene atau suasana. Dapat menghadirkan banyak imajinasi.

Sebetulnya, produk ini sudah diluncurkan dua tahun lalu, sehingga sudah banyak aplikasi yang telah tersambung. Di Indonesia sendiri peluncurannya sebentar lagi, dan kita pun bisa menikmati Philips Hue.

Dengan cahaya, bisa meningkatkan produktivitas seperti penuturan Mas Aryo dalam testimoninya. Produk pencahayaan Philips Hue ini bisa terkoneksi, bisa juga exciting serta bisa diakses dimana pun. 

Saya semakin tertarik dengan Philips Hue, tampilkan pencahayaan warna warni. Aktivitas yang bisa dilakukan dengan Philips Hue ini bisa saya nikmati bila menang lomba tulisan Philips Hue, karena hadiahnya Philips Hue. Wow keren… Semoga saya menang dan mendapatkan Philips Hue. Amin

Eco & Compact Living; Hunian Bersih dan Rapi

Memiliki tempat yang bersih dan rapih menjadi impian saya, tetapi ternyata untuk memiliki hunian bersih dan rapih dibutuhkan karakter dari penghuni, sehinggal kebersihan dan kerapihan selalu terjaga dan menjadi Eco & Compact Living; Hunian Bersih dan Rapi.

Sabtu, 19 November 2016 saya berkesempatan mengikuti talkshow yang bertema eco & compact living di Prajawangsa City, Cijantung, Jakarta. Hadir sebagai pembicara Rabani Kusuma Putra (Nimara Architects) dan Bayu Fristanty (RapiRapi Profesional Organizer).

rps20161130_010746_649.jpg Continue reading “Eco & Compact Living; Hunian Bersih dan Rapi”

Employee Volunteer Samsung; Kebersamaan dengan MAN 2 Kota Bekasi

Suasana cerah dan ceria tergambar dari raut muka para siswa siswi MAN 2 Kota Bekasi. Sekolah yang berada di daerah Banyu Asin 5, Kota Bekasi, sudah empat hari ini kedatangan tamu dari Korea, yang sengaja datang untuk menjalankan misi program Employee Volunteer Samsung, sebagai kebersamaan dengan MAN 2 Kota Bekasi sebagai masa depan anak Indonesia.

 

Sejak tanggal 2o-24 November 2016, karyawan Samsung Korea melakukan aksi mengecat gedung sekolah, membuat mural, dan melatih IT pada guru dan murid MAN 2 Kota Bekasi. Para karyawan Samsung ini hadir untuk menjalankan program Employee Volunteer Samsung.

rps20161125_092850_743.jpg

Rabu, 23 November 2016, saya berkesempatan dapat berkunjung ke MAN 2 Kota Bekasi dan melihat hasil karya dari para relawan Samsung. Pada hari tersebut, saya juga menyaksikan penyerahan donasi oleh Samsung kepada MAN 2 Kota Bekasi. Continue reading “Employee Volunteer Samsung; Kebersamaan dengan MAN 2 Kota Bekasi”

Cegah Diabetes dengan Gaya Hidup CERDIK

Seringkali ketika makan, kita menumpuk makanan yang mengandung karbohidrat. Misalnya, kita memilih menu nasi, perkedel dan mie goreng. Padahal, kalau melihat pada komposisi kandungan makanannya, banyak mengandung karbohidrat. Adapun bila terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat tanpa seimbang, hal tersebut dapat berpotensi diabetes. Itu baru salah satu kebiasaan pola makan yang sering dilakukan, maka penting untuk melakukan cegah diabtes dengan gaya hidup CERDIK.

Kamis, 17 November 2016, Kementrian Kesehatan mengadakan talkshow sebagai rangkaian Hari Peringatan Diabetes Sedunia 2016. Bertempat di Gedung PPTM Kementrian Kesehatan RI, Jakarta, saya berkesempatan menyimak diskusi tentang cegah, obati dan lawan diabetes, langsung dari para pakarnya. Hadir sebagai narasumber, Dr. Lily S. Sulistyoowati selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan RI, Prof. DR. dr. Achmad Rudijanto selaku Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia  (PERKENI) dan Prof. DR. dr. Agung Pranoto sebagai Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSEDIA).

Bagi saya, mengetahui informasi tentang diabetes sangat penting, karena Mama memiliki diabet. Seakan menjadi suatu kewajiban untuk mengetahui seluk beluk diabetes, sehingga dapat diinformasikan kembali pada keluarga sebagai anak, dan kepada khalayak sebagai blogger.

Apa itu Diabetes?

Secara berbauran, dari penjelasana ketiga narasumber, saya mendapatkan informasi bahwa diabetes adalah penyakit meetabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar glukosa darah atas nilai normal. Bisa dikatakan juga bahwa diabetes adalah suatu kelainan pada diri yang berkaitan dengan glukosa darah. Prof Agung paparkan bahwa peningkatan glukosa pada tubuh manusia ada banyak penyebab, di antaranya kurangnya insulin yang diproduksi oleh getah perut dan penerima insulin yang diproduksi oleh getah perut.

Bagi yang periksa gula sesudah makan dan minum, untuk glukosa darah sesaat itu terindikasi diabetes bila lebih dari 200. Pada dasarnya, penyebab diabetes itu insulin dan penerima insulin. Lebih jelasnya, diabetes terbagi pada dua tipe, yaitu tipe I dan tipe II.

  1. Diabetes tipe I disebabkan tubuh berhenti memproduksi insulin karena perusakan sel pankreas. Biasanya ditemukan pada anak-anak.
  2. Diabetes tipe II disebabkan pankreas menghasilkan jumlah insulin yang tidak memadai. Bentuknya lebih umum dari diabetes dengan 90% kasus. Biasanya terjadi pada orang dewasa, tetapi akhir-akhir ini ditemukan pada anak-anak.

Faktor-faktor Resiko yang Memicu Timbulnya Diabetes

Diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai, karena dapat mengurangi kualitas hidup, bahkan menyebabkan kematian. Adapun faktor-faktor resiko yang dapat memicu timbulnya diabetes, yaitu:

  1. Riwayat keluarga. Jika seseorang memiliki orangtua atau saudara kandung dengan diabetes tipe II, maka peluangnya untuk mengidap diabates tipe II menjadi lebih besar.
  2. Usia. Resiko diabetes tipe II meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah berumur 40 tahun. Hal ini berhubungan dengan aktifitas yang menurun serta kehilangan massa otot dan berat badan.
  3. Ras. Orang-orang dari latar belakang ras tertentu ditemukan resiko lebih tinggi terhadap diabetes.
  4. Kegemukan dan obesitas. Peningkatan prevalensi diabetes. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki seseorang, maka semakin besar pula resistensi sel terhadap insulin.
  5. Aktifitas fisik yang kurang memadai.
  6. Diet tidak sehat seperti mengonsumsi makanan dan minuman kaya kalori, lemak jenuh dan gula serta rendah serat.
  7. Memiliki tekanan darah tinggi atau tingkat lipid yang tinggi.
  8. Diabetes gestational, yaitu perempuan yang mengalami diabetes selama kehamilan memiliki resiko lebih tinggi terkena diabetes tipe II.

Eyes on Diabetes, Indonesia Lawan Diabetes

Berdasarkan data IDF, pada tahun 2015, ada sekitar 415 juta orang dewasa di dunia menderita diabetes dengan kebanyakan dari diabetes tipe II. Pada tahun 2040 diperkirakan akan terus bertambah hingga 642 juta atau sekitar 1 dari 10 orang dewasa mengidap diabetes.

Oleh karena itu, setiap tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Tahun ini mengangkat tema, Eyes on Diabetes, dengan tujuan untuk mepromosikan pentingnya upaya skrining untuk memastikan diagnosis awal dan inisiasi pengobatan diabetes tipe II. Semakin cepat kasus diabetes tipe II terdeteksi, maka pengobatan dapat segera dilakukan sehingga dapat menghindari berbagai komplikasi yang membahayakan serta biaya perawatan yang mahal.

Pelaksanaan skrining diabetes tipe II merupakan faktor penting dalam memodifikasi faktor resiko dan mengurangi resiko terjadinya komplikasi, kecacatan substansial, serta kematian dini.

Di Indonesia sendiri, IDF mencatat bahwa tahun 2015, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diestimasikan sebanyak 10 juta jiwa. Angka ini menempati peringkat ketujuh dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan Meksiko. Hal yang menjadi pertimbangan untuk kampanye Indonesia lawan diabetes dengan adanya data SRS (Sample Registration Survey) 2014 yang menunjukkan bahwa diabates merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan presentasi 6,7%, setelah stroke (21,15) dan penyakit jantung koroner (12,9%). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, 2010, dan 2013 menyebutkan prevelenasi orang dengan diabetes di Indonesia cenderung meningkat, yaitu 5,7% (2007) menjadi 6,9% (2013).

Berdasarkan paparan data di atas, maka saatnya Indonesia lawan diabetes, apalagi dengan ditemukannya kasus diabetes tipe II pada anak-anak. Maka, segera lakukan skrining tipe II dan  dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, laboratorium dan Posbindu PTM yang berada di bawah pengawasan Puskesmas.

Pengobatan Diabetes

Tanpa pengobatan dan pengendalian yang baik, maka enyakit ini akan menurunkan kualitas hidup. Apalgi bila disertai dengan komplikasi yang dapat menyiksa. Ada lima pilar untuk pengobatan diabetes, yaitu:

  1. Edukasi yang berkesinambungan.
  2. Pengaturan makan agar tidak berlebihan, seimbang dan tidak menimbulkan metabolisme lain.
  3. Aktivitas fisik atau gerak badan atau olahraga yang teratur.
  4. Obat-obatan oral dan kalau perlu suntukan insulin
  5. Pemeriksaan gula darah mandiri.
Cegah Diabetes dengan Gaya Hidup Cerdik

Tak disangka, ternyata gaya hidup kita sangat memengaruhi pada kesehatan tubuh. Untuk kasus diabetes, ternyata ada 70% kasus diabetes tipe II dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Ibu Lili mengenalkan gaya hidup CERDIK, yaitu:

  • C, Cek kesehatan secara berkala. Dalam hal ini melakukan tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur. Jujur aja, untuk cek kesehatan, saya paling semangat meski kadang galau juga khawatir terdeteksi ada penyakitnya. Padahal mah bagus ya, biar bisa pencegahan sekaligus pengobatan langsung secara dini.
  • E, Enyahkan asap rokok dengan menghindari penggunaan tembakau. Alhamdulillah tidak merokok.
  • R, Rajin aktivitas fisik, yaitu dengan melakukan latihan fisik secara teratur selama 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu. Saya paling suka jalan kaki, dan berkeinginan renang semingu sekali.
  • D, Diet sehat dan seimbang,yaitu dengan mengonsumsi 3-5 porsi buah an sayuran setiap hari, serta mengurangi asupan gula, garam, dan lemak jenuh. Bisa juga dengan pola makan, diet seimbang dg 50% buah dan sayur, 25% protein dan 25% karbohidrat.
    Makan buah-buahan masih jarang, kalau sayuran mah memang doyan.
  • K, Kelola stress.

Pola hidup sehat itu sangat baik, dan harus diterapkan sejak dini. Apalagi sekarang ini banyak ditemukan kasus anak-anak yang terkena diabet. Biasanya itu karena gaya hidup, seperti kurangnya gerak badan atau tidak ada aktivitas.

 

Selain untuk menjaga diri sendiri, juga menjaga keturunan kita selanjutnya. Setiap inti sel tubuh kita ada materi genetik, maka jika terdapat cacat genetik dapat memengaruhi pada penurunan diabetes. Oleh karena itu, yuk cegah diabetes dengan gaya hidup CERDIK.

 

Bursa Sajadah Berbagi Bersama Anak Panti Asuhan

Mendung tak berarti hujan. Siang yang menyimpan awan, telah memberi kesempatan untuk berkunjung ke panti asuhan putri. Letaknya tak jauh dari toko Bursa Sajadah, yayasan yang mengumpulkan harapan para generasi muda putri dalam meraih prestasi. Bursa sajadah berbagi bersama anak panti asuhan.

Panti asuhan muslimin Jaya Putri ini memiliki banyak anak asuh putri dengan jenjang sekolah dari SD sampai SMA di berbagai sekolah seputar Manggarai. Kali ini, Bursa Sajadah melakukan aksi sosialnya di panti asuhan Muslimin Jaya Putri yang letaknya memang tidak jauh dari toko Bursa Sajadah.

Berbagi dengan Anak-anak Panti

Jum’at, 18 November 2016, saya berkesempatan mengunjungi Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri dan menyaksikan aksi sosial Bursa Sajadah berbagi dengan anak-anak panti.

Dalam sambutannya, Pak Raj, manager Bursa Sajadah ungkapkan bahwa aksi sosial ini sebagai bentuk syukur atas perayaan ulang tahun H. Syahir Karim Vasandani yang ke-67 tahun.

Lebih lanjut lagi dalam paparannya bahwa aksi sosial ini akan dilakukan setiap hari Jumat di berbagai tempat. Untuk hari tersebut, aksi sosial ini dilakukan secara serentak pada 8 cabang di 7 kota Indonesia. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Surabaya, Malang dan Solo.

Aksi sosial ini disambut baik oleh Pak Idris sebagai perwakilan dari Panti asuhan Muslimin Jaya Putri. Dalam tuturannya Pak Idris panjatkan doa untuk kesehatan dan keberkahan H. Syahir Karim Vasandani dan Bursa Sajadah.

Pembagian aksi sosial pun disertai dengan aksi prestasi anak-anak panti yang maju dengan hapalan Al-Quran. Sesuai kategori dan jenjang sekolahnya, yang seusia SD dan SMP, sudah hapal beberapa surah Juz’amma, dan yang SMA/SMK ada yang menghapal surah Al Mulk, Juz ke-29.

Berlanjut dengan games seru, kuis. Anak-anak terlihat sangat antusias untuk mengikuti setiap sessinya. Mereka tersenyum dan saling bercanda dengan temannya.

Acara pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pak Idris, perwakilan dari Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri. Setelah ramah tamah dan pamitan, kami pun menuju ke toko Bursa Sajadah. Ternyata memang sangat dekat, kami mlipir lewat gang, sampai deh di Bursa Sajadah, Jl. Saharjo, Manggarai, Jakarta.

Bursa Sajadah Berbagi

Bursa Sajadah merupakan salah satu anak usaha SKV Group yang berada pada bidang perlengkapan haji&umrah dan busana muslim.

Bursa Sajadah memiliki 8 cabang pada 7 kota di Indonesia. Perusahaan yang didirikan oleh Syahir Karim Vasandani, seiring dengan memperingati hari lahir ke-67, telah berkomitmen untuk berbagi setiap Jumat dengan dimulai pada tanggal 8 November kemaren.

Dalam keterangan tertulisnya, Bapak H. Syahir Karim Vasandani ungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai salah satu wujud nyata tanggung jawab sosial dengen memberikan santunan kepada orang yang kurang mampu.

Untuk Jakarta, dilaksanakan di Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri, Jalan Saharjo Bedeng,/Swadaya III – Jakarta Selatan. Bogor, di Panti Asuhan Yatim Piatu, Yayasan Pesantren, Al Atiqiyah, Jalan Malabar Ujung No. 64. Bekasi, Rumah Yatim Jalan Veteran No. 57. Surabaya, Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah, Jalan Mulyasari No. 398 Surabaya. Solo, Rumah Setia, Senyum Yatim Indonesia, Jalan Kencur No. 125 Laweyan Solo. Malang, Yayasan Al Ikhlas, Jalan Jati Selatan No. 50. Khusus untuk Bandung, kunjungan dilakukan pada dua tempat yang berbeda yaitu Panti Asuhan Anak Al Hilal Jalan Peta 156/95 dan Jalan Veteran.

Heera Syahir Karim Vasandani, CEO Bursa Sajadah Aarti Jaya berharap melalui program ini kami dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak yang kami santuni untuk membantu memenuhi kebutuhan keseharian mereka sekaligus menjalin silaturahmi dan mencipakan nilai kebersamaan dengan masyarakat di lingkungan sekitar dimanapun kami berada.

Bursa Sajadah Jakarta berada di Jl. Saharjo, Manggarai. Letaknya sangat strategis, dekat halte Tranjakarta dan Stasiun Manggarai. Dari halte Transj dan stasiun Manggarai bisa jalan kaki atau naik ojek. Saya sih biasanya naik ojek, jalan kaki juga pernah, itung-itung olahraga.


Bursa Sajadah ini sudah ada sejak tahun 1998. Sangat menarik, ketika tahun tersebut Indonesia terjadi pengalihan kekuasaan negara dengan perekonomian nasional yang melemah, Bursa Sajadah malah hadir dan tumbuh di antara gempuran analisis ekonomi global dan nasional.

Optimisme dan semangat Pak Syahir Karim Vasandani dalam berbisnis ini telah memiliki 8 cabang Bursa Sajadah di 7 kota; Bandung (2 cabang), Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Terlihat sedang renovasi gedung ketika kami menuju ke Bursa Sajadah Jakarta. Bangunannya terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama berisi sajadah, aneka makanan khas timur tengah, dan aksesoris ruangan. Di lantai 2 terdapat aneka busana muslim dan muslimah beserta aksesoris kecantikan. Di lantai 3 ada gudang dan mushola. Begitu pula lantai 4.

Saat ini ada lebih dari 7000 produk bisa diperoleh di Bursa Sajadah. Bagi yang membutuhkan perlengkapan haji & umrah dan busana muslim, sangat mudah hanya berada pada satu gedung.

Bahkan, tidak jarang, Bursa Sajadah kerap memberikan diskon spesial dan bonus untuk pelanggan yang setia. Keanggotaan (membership) juga diberikan Bursa Sajadah untuk membangun kemitraan dan hubungan yang sinergis dengan para pelangganya yang tersebar di berbagai kota.

Untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan berbelanja,   Bursa Sajadah juga telah membuka layanan belanja online (www.bursasajadah.com) dan fasilitas mobile store. Adapun alamat media sosialnya; witter : @bursasajadah, IG : bursa.sajadah, dan fanpage @BursaSajadah

Eyes on Diabetes; Yuk, Kampanyekan Gerakan Indonesia Lawan Diabetes

Hidup sehat itu mudah, tetapi seringkali malah kita membuatnya susah, terutama dalam pola hidup sehat. Berdasarkan data Kemenkes, bahwa Indonesia berada pada urutan ke-3 dunia dalam penyandang diabetes. Untuk itu, dalam peringatan hari diabetes dunia yang tahun ini bertema, eyes on diabetes, yuk, kampanyekan gerakan Indonesia lawan diabetes…

Diabetes atau gula darah bisa mengincar siapa saja, tanpa melihat usia muda ataupun tua. Namun demikian, penyandang diabetes tidak perlu khawatir, karena diabetes bukan akhir segalanya, terutama untuk meraih prestasi. Bila hidup disiplin, prestasi pun akan mudah diraih.

Gerakan Indonesia Lawan Diabetes

Ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam dukungan gerakan Indonesia lawan diabetes. Selain secara individu dengan menjaga pola makan sehat, secara gerakan dapat dengan mensosialisasikan gerakan Indonesia lawan diabetes.

Ahad, 20 November 2016, Kemenkes bekerjasama dengan PT. Kalbe mengadakan kampanye Indonesia lawan diabetes dengan senam dan jalan sehat di Gelora Bung Karno. Acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini sangat seru dan menarik.

Pagi yang cerah membuat semangat warga untuk turut berpartisipasi dalam dukungan gerakan Indonesia lawan diabetes. Pukul 6, masyarakat sudah berkumpul di GBK. Berlanjut pada pukul 7 dengan senam diabetes. Suasana semakin ramai, apalagi ketika serine peringatan hari diabetes dunia dibunyikan.

Masyarakat terlihat sangat antusias dengan mengunjungi berbagai booth yang tersedia, sampai saya numpang lewat pun tidak bisa. Seru…

Dalam gerakan Indonesia lawan diabetes, PT Kalbe Farma telah melakukan banyak aksi, tetapi fokus utamanya pada edukasi. Demikian kata Diny Elvirani selaku Group Business Head Kalbe Nutritionals Division.

Yuk, Kampanyekan…

Bu Diny lebih lanjut memaparkan bahwa Kalbe turut kampanye Indonesia lawan diabetes dengan memberikan seminar edukasi kepada lebih 1.500 tenaga medis di 5 kota besar di Indonesia.

Kampanye Indonesia lawan diabetes dengan 3 cara, yaitu:

  1. Deteksi dini dengan cek gula darah.
  2. Hidup sehat dengan olahraga.
  3. Edukasi pola makan dengan 3 j, yaitu jumlah, jenis dan jadwal.

Belum lagi dengan program 50.000 aksi, yang telah mendapatkan respon sesuai harapan. Bukan hanya itu, untuk memperingati World Diabetes Day, mengadakan pengecekan gula darah dan pangan nutrisi di seluruh wilayah Indonesia.

Eyes on Diabetes

Terdapat sesi talkshow yang dipandu oleh Ari Untung dalam membahas dukung gerakan Indonesia lawan diabetes. Hadir para narasumber yang berkompeten pada bidang kesehatan. Ada Ibu dr. Lily, S, Sulistyowati selaku direktur penyakit tidak menular Kementrian Kesehatan RI, Prof. Dr. Agung Pranoto selaku ketua PB Persedia, Prof. Sidartwan Soegondo dan Sarah Sechan.

Dalam pemaparannya, Ibu Lily menekankan bahwa pentingnya edukasi pada masyarakat untuk tahu, mau, dan kemampuan mengubah gaya hidup menjadi sehat. Dr. Lili pun sebutkan bahwa salah satu pola hidup sehat itu dengan berhenti sebelum kenyang. Sesuai anjuran Rasul, maka insya Allah bakal terhindar dari diabetes dan penyakit lainnya.

Pak Sudartawan lebih lanjut paparkan bahwa gaya hidup sehat itu dapat mencegah diabetes. Disiplin dalam pola makan, atau bisa dikatakan sebagai pemantauan pada pola makan, sama dengan mengobati.

Pak Agung pun menyebutkan bahwa kampanye gerakan Indonesia lawan diabetes sangat penting, seperti mempromosikan pentingnya tes penyaring diabetes pada kelompok resiko tinggi untuk mencegah terjadinya komplikasi berat. Deteksi dini komplikasi retinopati akan memungkinkan pengobatan dini yang aluray dan mencegah hilangnya penglihatan mata dan penurunan karier dan kualitas hidup pasien.

Ternyata, kakek Sarah Sechan meninggal karena penyakit gula darah. Untuk itu, Sarah Sechan sangat memerhatikan pola makan sehat, terutama setelah melahirkan.

Hal yang menarik dari paparan Sarah Sechan adalah tentang mindset, atau pola pikir kita. Sebelum diet atau olahraga, kita harus memahami dan menyadari bahwa tubuh itu ibarat rumah dan kendaraan. Oleh karena itu, kita harus memerhatikan tubuh kita agar bisa bermanfaat dan menggunakannya mencapai tujuan yang kita inginkan.

Demikianlah, untuk mendukung gerakan Indonesia lawan diabetes, ternyata hendaknya kita mulai dari diri sendiri dengan menggunakan pola hidup sehat. Selanjutnya mensosialisasikannya dengan menggunakan berbagai media. Sebagai blogger, saya bergerak dalam menuliskan informasi atau berita tentang pola hidup sehat dan diabetes. Maka, eyes on diabetes, yuk, kampanyekan Indonesia lawan diabetes…

Berdayakan Masyarakat dengan Sinergisitas Koperasi dan BUMDes

Untuk menyejahterakan masyarakat desa dengan merata, pemerintah telah melakukan berbagai terobosan pemberdayaan desa melalui berbagai divisi kementriannya, di antaranya dengan koperasi dan BUMDesa. Dua program yang berada pada dua kementrian berbeda membutuhkan sinergi untuk sinkronisasi di lapangan dan bisa berkelanjutan. Maka, berdayakan masyarakat dengan sinergisitas koperasi dan BUMDes sangat penting dan dibutuhkan dalam penerapannya di masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat desa menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kala. Oleh karena itu, dua instrumen yang sangat potensial untuk menyejahterakan dan memberdayakan masyarakat desa harus disinergikan.

Berdayakan Masyarakat Desa

Mungkinkah ada sinergisitis pada koperasi dan BUMDes? Secara awam, saya memahami BUMDes sama dengan koperasi. Pada rangkaian ulang tahun Antara ke-79, diadakan seminar terbatas dengan tema, Sinergi Koperasi dan BUMDes untuk Memberdayakan Masyarakat Desa. Bertempat di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Kamis, 10 November 2016, hadir para pembicara I Wayan Dipta sebagai Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Samsu Widodo sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementrian Desa Pembangun dan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  dan Andi Ispandia Muluk sebagai Praktisi Pembimbing dan Pelatihan Ekonomi Masyarakat.

rps20161117_154351_718.jpg

Sebagai pembicara kunci, Bapak Puspayoga, Mentri Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memaparkan pentingnya sinergi antara koperasi dan BUMDesa. Untuk kajian ulang yang menjadi titik tekan Pak Mentri akan sinergisitas ini pada pembentukan BUMDes yang bila ditinjau pada UU Desa, No. 6 tahun 2014 dengan penurunannya pada Permen Kemendes 2014, yang mana tidak mencantumkan koperasi. Hal berikutnya tentang badan hukum BUMDes.

Menarik akan hal yang ditekankan oleh Pak Puspayoga ketika meninjau kembali sinergistas koperasi dan BUMDes. Hal tersebut membuat saya untuk melihat UU Desa No. 6, yang pada undang-undang tersebut membahas seputar Badan Usaha Milik Desa. Berikut kutipannya:

“Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.”

Setelah itu, saya pun penasaran dengan Permen No.4 tahun 2015. Pada pasal 8 disebutkan bahwa BUM Desa dapat membentuk unit usaha meliputi:

a. Perseroan Terbatas sebagai persekutuan modal, dibentuk berdasarkan perjanjian, dan melakukan kegiatan usaha dengan modal yang sebagian besar dimiliki oleh BUM Desa, sesuai dengan peraturan perundangan-undangan tentang Perseroan Terbatas; dan

b. Lembaga keuangan Mikro dengan andil BUM Desa sebesar 60 (enam puluh) persen, sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang lembaga keuangan mikro.

Undang-undang No. 6 tahun 2014 yang kemudian pada Peraturan Mentri No. 4 Tahun 2015 menunjukkan bahwa BUM Des mengelola PT dan lembaga keuangan.

Namun demikian, upaya untuk mensinergikan koperasi dengan BUM Desa tetap ada dengan adanya kesepakatan kerjasama yang tertuangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) Kemenkop bersama Kemendes.

rps20161117_154118_996.jpg

Lebih lanjut lagi, dalam talkshow yang dimoderatori oleh Dedi Gumelar atau sering dipanggil Miing sangat seru dan menarik. Dengan jelas, Pak Samsu Widodo sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementrian Desa Pembangun dan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menyatakan bahwa koperasi bisa mendapat dana desa asalkan sudah masuk dan ikut BUM Des, sesuai dengan Undang-undang No. 6 tahun 2014 dan Permen No. 4 tahun 2015.

Adapun Pak I Wayan Dipta sebagai Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berharap ada sinergisitas antara koperasi dengan BUM Des.

Pak Andi Ispandia Muluk memaparkan pengalamannya selama ini dalam pendampingan pada masyarakat. Pendampingan yang dilakukannya sesuai dengan kultur masyarakat, sehingga rata-rata yang didampinginya membentuk lembaga keuangan simpan pinjam.

Melongok Sejarah Koperasi dan BUMDesa

Saya mengetahui koperasi sudah lama, karena waktu kecil di Tasikmalaya ketika saya berangkat sekolah, sambil menunggu angkutan umum jurusan sekolah saya, saya memandang gedung megah di sebarang jalan yang bertuliskan Koperasi Mitra Batik, yang sekarang sudah beralih fungsi menjadi swalayan. Belum lagi dibahas pada beberapa mata pelajaran. Berbeda dengan BUMDes, saya tahu nama BUMDes sendiri baru tahun kemaren. Awalnya saya mengira keduanya sama, hanya beda nama. Ternyata berbeda, apa bedanya?

Koperasi

Koperasi merupakan organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-orang demi kepentingan bersama. Kegiatan koperasi berlandaskan pada kegiatan yang berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Koperasi sendiri hadir di Indonesia sudah dari tahun 1896 M, dengan dipelopori oleh R. Aria Wiriatmadja, patih di Purwokerto. Koperasi ini bergerak pada koperasi simpan pinjam. Kegiatan koperasi terus berkembang. Pada tahun 1908, Boedi Oetomo mendiri koperasi yang bergerak pada keperluan rumah tangga. Tahun 1911, Serikat Islam mendirikan koperasi yang bergerak pada keperluan sehari-hari. Tahun 1918, KH Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng mendirikan koperasi dengan nama Syirkatu Inan. Tahun 1935 dan 1938, Muhammadiyah mengembangkan koperasi ke seluruh wilayah Indonesia.

Setelah kemerdekaan, koperasi masuk dalam konstitusi Undang-undang Dasar 1945. Pada pasal 33 UUD 1945 disebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Perekonomian yang menggunakan azas kekeluargaan adalah koperasi. Pada pasa 33 juga disebutkan  juga peran BUMN dan BUM Swasta.

BUMDesa

Saya mengenal BUM Desa baru tahun kemaren. Awalnya saya anggap sama antara BUM Desa dengan koperasi. Ternyata beda ya…🙂

Pada Undang-undang N0. 6 Tahun 2014 disebutkan tentang BUM Desa, yang mana BUM Desa ini untuk mendorong atau menmapung seluruh kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat, baik yang berkembang menurut adat istiadat dan budaya setempat, maupun kegiatan perekonomian yang diserahkan untuk dikelola oleh masyarakat melalui program pemerintah pusat dan daerah.

BUM Des sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi masyarakat desa, baik ekonomi, sumber daya alam maupun sumber daya manusia. BUM Des dapat menyerap tenaga kerja desa dan mengembangkan usaha produktif masyarakat desa.

***

Diskusi yang menarik dan seru. Setiap narasumber memaparkan penjelasannya. Pada seminar terbatas yang diadakan oleh Antara, sebagai rangkaian Ulang Tahun Antara ke-79 telah membuka wawasan danketertarikan akan pentingnya pemberdayaan masyarakat dan pemahaman regulasi kemasyarakatan.

Dalam hal ini, saya melihat bahwa sinergisitas dibutuhkan chemistry, saling bekerjasama dan membantu dalam tujuan yang sama. Maka, untuk berdayakan masyarakat dengan sinergisitas koperasi dan BUMDes sangat membutuhkan kerjasama antar kementrian dengan regulasi yang saling mendukung dan membantu untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Merdeka!